Korban dari China di Bentrokan Lembah Galwan Terungkap

JakartaGreater – Tentara India mengakui bahwa 20 tentaranya tewas dalam bentrokan dengan Tentara Pembebasan Rakyat di Lembah Galwan di Ladakh Timur pada 15-16 Juni 2020. Namun militer China, tidak serta merta membuka data, berapa korban yang jatuh dari pihak mereka, kala itu.

Kedua pihak saling menuduh melanggar perjanjian perbatasan dan menuduh pasukan lawan menggunakan cara yang tidak konvensional selama bentrokan mematikan.

Delapan bulan setelah bentrokan mematikan pertama dalam 45 tahun dengan India, China telah mengungkapkan nama 4 orang tentaranya yang tewas dalam pertarungan tangan kosong dengan Tentara India di Ladakh Timur, dirilis Sputniknews.com pada Jumat 19-2-2021.

Harian Rakyat China melaporkan bahwa Chen Hongjun, Chen Xiangrong, Xiao Siyuan, dan Wang Zhuoran memberikan nyawa mereka saat berperang dengan Tentara India yang melebihi jumlah mereka dalam bentrokan tersebut.

“Sejak April 2020, pasukan militer asing (India) telah melanggar perjanjian sebelumnya, mereka melewati garis perbatasan untuk membangun jalan dan jembatan dan dengan sengaja memicu masalah, mengubah status quo di sepanjang perbatasan. Dalam keadaan toleransi yang tak tertahankan, petugas perbatasan dan tentara dengan tegas menanggapi tindakan kekerasan (militer asing) dan meraih kemenangan besar, secara efektif mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial “, ujar laporan People’s Daily.

Chen Xiangrong, yang foto kuburannya beredar luas di aplikasi WeChat tahun lalu, menulis di buku hariannya segera setelah bentrokan itu pecah, seperti yang dilaporkan oleh harian China, “Dihadapkan dengan jumlah pasukan asing yang jauh lebih banyak daripada kami, kami tidak mundur, tetapi kami juga mengusir mereka dengan serangan batu”.

Chen Xiangrong adalah salah 1 dari 2 perwira yang maju untuk bernegosiasi dengan pasukan India setelah “Pasukan asing (India) melewati garis untuk memprovokasi masalah”.

Meninjau kembali insiden tersebut, militer China mengatakan bahwa pada Juni 2020, pasukan asing melewati batas kendali untuk mendirikan tenda. China menuduh bahwa pihak India telah mengabaikan “ketulusan PLA dan dengan sengaja menyembunyikan dan memobilisasi sejumlah besar pasukan dalam upaya untuk menyerang kami”.

“Lawan melancarkan serangan dengan pipa baja, pentungan, dan batu”, katanya.

Awal pekan ini, kepala komando Utara Angkatan Darat India Letjen Y.K. Joshi mengatakan bahwa jumlah tentara China (PLA) yang tewas dalam bentrokan di Galwan bisa mencapai 45 orang.

“Saya tidak ingin membuat perkiraan, tetapi ketika insiden Galwan terjadi, kami mengamati lebih dari 60 korban (PLA) dijemput dengan tandu. Tidak dapat mengatakan dengan otoritas jika meninggal atau terluka. Namun baru-baru ini agensi Rusia TASS mengeluarkan angka 45, dan saya pikir itu adalah angka yang bisa kita lihat. Bisa lebih dari itu ”, ujar Letjen Y.K. Joshi.

Sementara itu, setelah 9 bulan kebuntuan perbatasan, India dan China mencapai kesepakatan untuk saling menarik diri dari posisi sengketa (disengagement) pada 10 Februari dan mulai menarik kembali pasukan dan aset militer dari tepi Utara dan Selatan Pangong Tso. Kedua pihak telah memantau proses disengagement setiap hari dan sesuai kesepakatan, disengagement akan dimulai dari titik gesekan lainnya setelah selesainya penarikan dari Pangong Tso.

*Foto: dok. Screenshot bentrokan antara tentara China dan India di Lembah Galwan, 15-16 Juni 2020. (@shen_shiwei).

Sharing

Tinggalkan komentar