Indonesia Bisa Jadi Pelanggan Pertama F-15EX Non-USAF

JakartaGreater – Indonesia berencana membeli pesawat tempur F-15EX buatan Boeing, Amerika Serikat dan diperkirakan akan dikirim pada tahun 2022.

Jika Indonesia menindaklanjuti pembelian ini, maka Indonesia akan menjadi pembeli pertama konfigurasi F-15 baru (F-15EX) di luar Angkatan Udara AS, yang belum menerima pesawat tempur pertamanya, dirilis Airforcemag.com, 19/2/2021.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Fadjar Prasetyo mengatakan TNI Angkatan Udara akan membeli pesawat tempur canggih generasi 4.5, yang diantaranya Dassault Rafale buatan Prancis dan F-15EX buatan Boeing, Amerika Serikat untuk rencana strategis hingga 2024.

TNI AU juga akan membeli pesawat berupa multi role tanker transport dan pesawat angkut Hercules jenis C-130 J. Selain itu, terdapat Radar GCI3, pesawat berkemampuan Airborne Early Warning (AEW), UCAV berkemampuan MALE dan berbagai alutsista lainnya.

“Dari berbagai upaya tersebut, kini telah mulai menampakkan titik terang. Mulai tahun ini hingga 2024, kita akan segera merealisasikan akuisisi berbagai alutsista modern secara bertahap,” ujar Fadjar dalam Rapim TNI AU yang digelar di Mabes TNI AU, Jakarta, Kamis, 18/2/2020, dirilis Antara.

Namun, “Pelaksanaannya sangat bergantung pada berbagai faktor dan kondisi yang terus berubah secara dinamis,” kata Prasetyo seraya menambahkan bahwa berbagai bagian pemerintahan dan kementerian pertahanan sedang berupaya mengatasi masalah keterjangkauan.

Pembelian tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan operasional, pengganti peralatan usang, kebutuhan untuk kesamaan dengan angkatan udara lainnya, dan transfer teknologi, kata Marsekal Prasetyo.

Indonesia memiliki armada sekitar 72 pesawat tempur, termasuk 33 F-16 — campuran model A/B dan C/D — lima Su-27, 11 Su-30, dan 23 Hawk 200. Semua pesawat berasal dari tahun 1990-an atau lebih awal, tetapi 10 dari F-16 tertua telah diperbarui.

Pesawat F-15EX. (@BOEING)

Pernyataan Pihak Boeing

Seorang juru bicara Boeing tidak dapat mengkonfirmasi pembelian yang direncanakan, tetapi mengatakan “kami tetap yakin dengan kesesuaian F-15EX untuk Indonesia, mengingat jangkauan, muatan, dan kinerjanya yang tak tertandingi.”

Dia mengkonfirmasi, bagaimanapun, bahwa semua penjualan F-15 baru di masa depan akan merujuk kepada F-15EX. Selama 30 tahun terakhir, F-15 ekspor telah memiliki penanda khusus untuk negara pengekspor; yakni F-15SE untuk Arab Saudi, F-15QA untuk Qatar, F-15I untuk Israel, dan lain sebagainya. Mulai sekarang, sebutannya adalah “F-15EX di seluruh papan,” kata juru bicara tersebut.

Angkatan Udara AS akan menerima pengiriman pesawat tempur F-15EX pertamanya dalam “beberapa minggu ke depan,” kata juru bicara Boeing, dan yang kedua “pada akhir Maret.”

Upacara peluncuran / pengiriman dijadwalkan berlangsung di Pangkalan Angkatan Udara Eglin, Fla., Pada awal April. Pengujian operasional dua pesawat pertama di Eglin akan dimulai pada musim semi, dan dua jet uji awal akan bergabung dengan enam lagi dalam beberapa tahun ke depan.

Angkatan Udara AS berencana untuk membeli sekitar 144 F-15EX hingga akhir 2020-an, untuk menggantikan pesawat F-15C/D yang dengan cepat menua dari inventaris.

Pesawat baru ini memiliki kontrol penerbangan fly-by-wire, dua stasiun senjata tambahan, dan sistem peperangan elektronik EPAWSS. Namun, EPAWSS tidak tersedia untuk ekspor.

Sharing

2 pemikiran pada “Indonesia Bisa Jadi Pelanggan Pertama F-15EX Non-USAF”

Tinggalkan komentar