Korsel Yakin Indonesia Tetap di Program Jet Tempur KF-X

Korea Selatan dalam Tahap Akhir Perakitan Prototipe KFX

JakartaGreater – Indonesia diyakini akan tetap mengikuti program jet tempur KF-X dengan Korea Selatan (Korsel) meski sedang mengejar potensi pembelian pesawat Rafale Prancis atau F-15EX buatan Amerika Serikat (AS).

Pihak Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan mengatakan bahwa rencana yang dilaporkan Indonesia untuk membeli jet Boeing F-5EX dan pesawat tempur Rafale Prancis “terpisah” dari proyek pengembangan pesawat perang bersama KF-X antara kedua negara.

“Kami menilai (rencana pembelian Indonesia) adalah masalah yang terpisah dari skema pembangunan bersama KF-X,” ujar DAPA Korea Selatan dalam siaran pers, dikutip Defenseworld.net, 23-2-2021.

“Ini adalah langkah yang telah diupayakan Indonesia untuk meningkatkan kekuatan Angkatan Udara Indonesia”, ujar DAPA. Bahkan Jakarta telah menyatakan minatnya untuk melanjutkan pengerjaan proyek tersebut dengan Seoul.

“Melalui berbagai konsultasi tingkat kerja, kedua negara telah melakukan negosiasi dengan cara yang saling menguntungkan,” kata badan pengadaan senjata negara Korsel itu. Sebelumnya, beberapa laporan mengatakan Indonesia berencana untuk menarik diri dari proyek tersebut karena pembayaran tidak dapat diselesaikan.

Di bawah ketentuan awal, Indonesia setuju untuk menanggung 20% ?? biaya ($ 1,46 miliar) terkait dengan proyek $ 7,3 miliar sebagai imbalan atas prototipe dan hak untuk membangun jet di negara mereka. Pembayaran akan diselesaikan pada tahun 2026. Jakarta menginvestasikan $ 203 juta dan kemudian tersendat dalam pembayaran sekitar $ 537 juta.

Pesawat KFX

Korea Selatan saat ini dalam tahap akhir perakitan prototipe jet tempur KFX dan diharapkan akan diluncurkan pada bulan April 2021. Korea Selatan mengerjakan proyek pesawat tempur KF-X sejak 2015 untuk mengembangkan pesawat tempur mutakhir buatan dalam negeri untuk menggantikan armada jet F-4 dan F-5 Angkatan Udara yang sudah tua.

Pada September 2020, Korea Aerospace Industries Co. (KAI) mulai melakukan perakitan terakhir prototipe jet dan sekarang berada di tahap akhir, ujar pejabat Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA).

Prototipe KFX diharapkan dipublikasikan dalam acara peluncuran sekitar akhir April 2021, beberapa minggu lebih cepat dari jadwal. Militer Korea Selatan menargetkan 40 unit akan dikirim ke Angkatan Udara pada tahun 2028 dan 80 unit lainnya pada tahun 2032.

Pesawat KFX mampu terbang dengan kecepatan maksimum Mach 1,81 dengan jarak terbang mencapai 2.900 kilometer. Karakter ini memiliki kemiripan dengan F-35A generasi kelima, menurut KAI.

Dengan muatan maksimum 7.700 kilogram, pesawat tempur KFX mampu memasang 10 pod untuk Rudal dan barel bahan bakar. Pesawat KFX akan dapat membawa beberapa jenis Rudal udara-ke-udara, seperti IRIS-T Jerman dan Rudal Meteor dipandu radar aktif pengembang Eropa MBDA. Terakhir Korea Selatan berencana melengkapi KFX dengan Rudal hipersonik.

*Foto: Perakitan Prototipe KFX di Korea Selatan. (@DAPA Korea)

Leave a Reply