Negara G7 Kutuk Kekerasan Terhadap Demonstran di Myanmar

2021 02 15T042113Z 537064663 RC2SSL9OL5QQ RTRMADP 3 MYANMAR POLITICS e1614089573836

JakartaGreater  – Kelompok Menteri Luar Negeri dari G7 mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh otoritas keamanan Myanmar terhadap para pengunjuk rasa anti-junta militer.

G7 merupakan kelompok negara yang terdiri dari Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Inggris Raya serta Perwakilan Tinggi Uni Eropa (EU).

“Kami, Menteri Luar Negeri Kelompok G7 dengan tegas mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar terhadap aksi protes yang dilakukan secara damai,” ujar para menteri, seperti dikutip dalam keterangan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

“Penggunaan amunisi secara langsung terhadap orang yang tidak bersenjata merupakan suatu hal yang tidak dapat diterima. Siapa pun yang menanggapi protes damai dengan kekerasan harus dimintai pertanggungjawaban,” ungkap Menlu G7.

Pernyataan ini muncul setelah korban berjatuhan akibat tindakan pasukan keamanan selama menangani aksi protes damai di Myanmar.

Menurut laporan Reuters, pada Selasa 23-2-2021, tiga pengunjuk rasa tewas dalam bentrokan dengan otoritas keamanan Myanmar. Dua orang tewas ditembak pada sabtu 20-2-2021, di Mandalay, dan satu perempuan juga meninggal pada Jumat 19-2-2021 usai ditembak di Naypyitaw satu pekan sebelumnya.

Sementara pihak militer, menurut Reuters dalam laporan yang sama, menyebutkan satu petugas kepolisian tewas akibat terluka saat aksi protes. Militer menuding pengunjuk rasa menyulut kekerasan yang terjadi.

Militer Myanmar melancarkan kudeta pada 1 Februari 2021 terhadap pemerintahan yang terpilih secara demokratis, dan menahan pemimpin negara itu, Aung San Suu Kyi, serta sejumlah tokoh politik.

“Kami menyerukan lagi pembebasan segera dan tanpa syarat bagi mereka yang ditahan secara sewenang-wenang, termasuk Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint,” ujar kelompok Menteri Luar Negeri G7.

Selain itu, para Menlu G7 juga menyerukan agar penindasan “secara sistematis dengan mengincar para pengunjuk rasa, dokter, masyarakat sipil, dan jurnalis dihentikan”. Negara negara G7 juga mendesak junta militer Myanmar mencabut keadaan darurat yang diberlakukannya.

Leave a Reply