“Duet Maut” F-35 dan Tanker Boeing KC-46 Pesanan Israel

pesawat f 35

JakartaGreater – Kementerian Pertahanan Israel telah mengkonfirmasi rencana untuk membeli pesawat tempur F-35 tambahan berikut pasangannya, pesawat tanker Boeing KC-46.

Negara ini akan menjadi pelanggan internasional kedua untuk pesawat tanker KC-46 setelah Jepang yang telah memesan tanker KC-46. LOA ditandatangani pada akhir pekan 20-21 Februari, ujar kementerian pertahanan Israel pada 22 Februari, 2021.

Kementerian Pertahanan Israel dalam sebuah pernyataan mengatakan Brigjen (Purn.) Mishel Ben Baruch, Kepala misi Kementerian Pertahanan Israel untuk AS, telah menandatangani Letter of Offer and Acceptance (LOA) untuk dua Jet Tanker KC-46 yang akan diproduksi oleh Boeing Corporation.

“Pada tahap berikutnya, dua pesawat tanker tambahan akan diperoleh, dari total delapan yang akan menjadi armada masa depan,” kata pernyataan itu, dirilis Jpost.com, 22/2/2021.

Sebagai bagian dari perjanjian, pesawat akan dilengkapi dengan sistem Israel yang unik sesuai dengan persyaratan operasional IAF. Pengiriman pesawat pertama diharapkan pada pertengahan dekade ini.

Pada fase berikutnya dari kesepakatan bernilai miliaran dolar antara Israel dan AS, Kementerian Pertahanan Israel akan menggunakan opsinya untuk mendapatkan skadron F35 tambahan dan mengganti platform helikopter angkat berat serta membeli amunisi canggih.

Boeing KC 46

Boeing KC-46A Pegasus (@U.S. Air Force photo by Yasuo Osakabe)

Mengenai alat angkat berat, masih ada diskusi antara IAF dan Kementerian Pertahanan tentang pemilihan helikopter. Dua opsi utama adalah Boeing CH-47 Chinook dan Lockheed-Martin’s CH-53.

“Letter of Acceptance (LOA) pertama telah ditandatangani akhir pekan lalu untuk pengadaan 2 jet Boeing Tanker. Proses serupa akan diluncurkan untuk memperoleh skadron F-35 ketiga, Helikopter angkat berat untuk menggantikan armada CH-53 Yasur, amunisi canggih dan banyak lagi, ” ungkap twitter Kementerian Pertahanan Israel Senin, 22/2/2021.

Selain itu, menurut laporan, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dan Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Amir Eshel ingin membeli V-22 Osprey, helikopter dual-rotor yang menggabungkan kemampuan lepas landas vertikal dengan kecepatan pesawat.

Kabinet Israel menyetujui pengeluaran sebesar $ 9 miliar dari $ 38 miliar lewat perjanjian Pembiayaan Militer Asing yang dimiliki AS dengan negara tersebut. Menurut laporan, pengadaan ini termasuk akuisisi kapal tanker, helikopter berat baru, Bell Boeing V-22 Ospreys dan F-35.

Maret lalu, Departemen Luar Negeri AS menyetujui kemungkinan penjualan hingga delapan KC-46A dan peralatan terkait dengan harga sekitar $ 2,4, yang menandai pertama kalinya Washington mengizinkan Yerusalem untuk membeli pesawat tanker baru. Pesawat tanker tersebut dilaporkan akan menggantikan 707 Angkatan Udara yang dimodifikasi, dirilis Defenseworld.net.

Israel mengagendakan pembelian 8 pesawat tanker Boeing KC-46 yang dilakukan secara bertahap. Bersamaan dengan itu Israel juga menambah kekuatan pesawat tempur silumannya, dengan penambahan F-35 yang telah disetujui oleh AS.

Pesawat-pesawat tanker Boeing KC-46 akan menjadi pangkalan pengisian BBM mobile di udara bagi jet tempur siluman F-35 Israel. Dengan demikian jangkauan dan waktu terbang pesawat F-35 akan meningkat drastis, dan memiliki kemampuan menyerang jauh dari daratan Israel. Israel juga memesan sejumlah bom dan amunisi canggih bersamaan dengan pembelian tanker Boeing KC-46 dan F-35 tambahan.

*Foto: Pesawat tempur F-35 (@ (U.S. Air Force photo by Senior Airman Devante Williams).

Leave a Reply