Biden-PM Irak: Pelaku Serangan Roket Harus Dimintai Pertanggungjawaban

serangan 1 e1614149851602

Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi membahas serangan roket yang baru-baru ini terjadi di Irak yang menyasar pasukan koalisi pimpinan AS.

Joe Biden dan Mustafa Al-Kadhimi dalam percakapan lewat telepon, Selasa, 23-2-2021, sepakat bahwa pihak yang melalukan serangan “harus dimintai pertanggungjawaban sepenuhnya,” kata Gedung Putih, dirilis Antara, Rabu 24-2-2021.

Sebagian besar serangan tidak menimbulkan korban, tetapi serangan roket terbaru pada Senin, merupakam serangan yang ketiga di Irak, yang dalam waktu seminggu menargetkan daerah Zona Hijau yang menampung pasukan, diplomat atau kontraktor AS.

Roket dalam serangan semacam itu biasanya ditembakkan oleh kelompok-kelompok yang menurut pejabat AS dan Irak didukung oleh Iran, dikutip Reuters.

Serangan roket di pangkalan militer pimpinan Amerika Serikat (AS) di Kurdi Irak Utara pada Senin menewaskan seorang kontraktor sipil dan melukai 5 orang lainnya, termasuk seorang anggota militer AS”, ungkap laporan koalisi AS di Irak.

Itu adalah serangan paling mematikan yang menghantam pasukan pimpinan AS dalam hampir satu tahun di Irak, di mana ketegangan telah meningkat antara pasukan AS, sekutu Irak dan Kurdi di satu sisi, dengan milisi yang berpihak pada Iran di sisi lain.

Seorang juru bicara koalisi mengatakan di Twitter serangan itu menghantam pasukan koalisi di ibu kota regional Kurdi, Erbil.

Sumber keamanan Kurdi mengatakan setidaknya 3 roket mendarat dekat Bandara Internasional Erbil di wilayah otonom pada larut malam. Wartawan Reuters mendengar beberapa ledakan keras dan melihat kebakaran di dekat bandara.

Pasukan AS menempati pangkalan militer yang berdekatan dengan bandara sipil. Sebuah pernyataan dari kementerian dalam negeri Kurdi mengatakan sejumlah roket ditembakkan ke arah Erbil dan sekitarnya sekitar pukul 9:30 malam, waktu setempat dan beberapa orang terluka, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut.

Sebuah kelompok yang menamakan diri Saraya Awliya al-Dam mengaku bertanggung jawab atas serangan di pangkalan yang dipimpin AS. Saraya Awliya al-Dam mengatakan pihaknya menargetkan “pendudukan Amerika” di Irak, namun kelompok ini tidak memberikan bukti atas klaimnya terhadap serangan itu.

Leave a Reply