India-Pakistan Sepakat Stop Cross-Border Firing di Kashmir

pasukan militer india di kashmir

New Delhi –  India dan Pakistan akhirnya menyepakati gencatan senjata di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan di Kashmir, setelah  terjadi ratusan kali baku tembak antara militer kedua negara dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, negara bertetangga yang memiliki senjata nuklir itu menandatangani perjanjian gencatan senjata di sepanjang Garis Kendali (LoC) di wilayah Kashmir pada 2003. Namun gencatan senjata meletus kembali dalam beberapa tahun terakhir, dan menimbulkan banyak korban terhadap penduduk desa yang tinggal dekat dengan perbatasan de facto itu.

“Kedua pihak setuju untuk mematuhi secara ketat semua perjanjian, pemahaman, dan penghentian penembakan di sepanjang Garis Kendali dan semua sektor lainnya (Cross-border Firing ) yang berlaku mulai tengah malam 24-25 Februari 2021,” ungkap pernyataan bersama India dan Pakistan, yang dikutip Antara pada Kamis 25-2-2021.

Gencatan senjata ini disepakati oleh dua direktur jenderal operasi militer. “Demi mencapai perdamaian yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di sepanjang perbatasan, kedua DGsMO sepakat untuk menangani masalah dan menjauhkan aksi yang cenderung dapatk mengganggu perdamaian dan mengarah pada kekerasan.”

pasukan india di kashmir

Pasukan India yang ditempatkan di Kashmir. (@India MoD)

Telah terjadi peningkatan signifikan dalam pelanggaran gencatan senjata sejak 2014, yang menyebabkan hampir 300 kematian warga sipil, ungkap sebuah sumber di militer Pakistan.

“Hanya dalam 2 bulan tahun ini, telah terjadi 253 pelanggaran gencatan senjata di mana 8 warga sipil terluka,” ujar sumber itu. Sejak awal tahun, India telah mencatat 591 pelanggaran oleh Pakistan.

Kashmir telah lama menjadi sumber konflik antara India dan Pakistan, yang mengklaim wilayah itu secara penuh tetapi hanya menguasai sebagian. Namun, situasi kembali memanas setelah India mencabut otonomi negara bagian Jammu dan Kashmir pada Agustus 2019, dan membaginya menjadi 2 wilayah yang dikelola pemerintah federal.

“Kami sangat optimistis bahwa tingkat kekerasan dan ketegangan di sepanjang LoC akan turun,” ungkap seorang pejabat India di New Delhi, yang menolak disebutkan namanya mengingat sensitivitas masalah tersebut.

pasukan india

Patroli pasukan India di Kashmir. (@ India MoD)

Militer India akan mempertahankan penempatan pasukan di sepanjang LoC untuk mencegah infiltrasi dan melanjutkan operasi kontra pemberontakan di lembah Kashmir, ungkap pejabat itu.

Politisi di Kashmir India mengatakan mereka menyambut baik komitmen untuk kembali ke gencatan senjata, salah satu dari sedikit tanda kerja sama dalam beberapa tahun terakhir antara tetangga yang telah berperang dalam 3 perang skala penuh sejak memperoleh kemerdekaan pada 1947.

“Dialog merupakan satu-satunya jalan maju jika kedua negara ingin menghentikan siklus kekerasan yang tidak berkesudahan dan pertumpahan darah yang melintasi perbatasan di JK,” kata politisi Kashmir Mehbooba Mufti, mengacu pada Jammu dan Kashmir.

Wilayah Kashmir

Kashmir adalah wilayah di utara sub-benua India. Istilah Kashmir dalam sejarah digambarkan sebagai sebuah lembah di selatan dari ujung barat Himalaya. Secara politik, istilah Kashmir digambarkan untuk wilayah yang lebih besar yang termasuk: Jammu, Kashmir, dan Ladakh.

“Vale of Kashmir” sangat subur, dikelilingi oleh gunung dan dialiri oleh banyak aliran dari lembah-lembah. Tempat ini dikenal sebagai salah satu tempat yang indah di dunia.

Srinagar, ibu kota kuno, di dekat Danau Dal terkenal karena kanal dan rumah perahunya. Srinagar (ketinggian 1.600 m atau 5.200 kaki) berlaku sebagai ibu kota musim panas bagi banyak penakluk asing yang mendapatkan panas di utara India. Tepat di luar kota terdapat taman Shalimar yang indah dibuat oleh Jahangir, kaisar Mughal, pada 1619.

Dalam catatan Wikipedia, wilayah Kashmir terbagi ke dalam tiga negara: Pakistan mengontrol barat laut, India mengontrol tengah dan bagian selatan Jammu dan Kashmir, dan Republik Rakyat Tiongkok menguasai timur laut (Aksai Chin).

Meski wilayah ini dalam praktiknya diatur oleh ketiga negara itu, India tidak pernah mengakui secara resmi wilayah yang diakui oleh Pakistan dan China. Sementara Pakistan memandang seluruh wilayah Kashmir sebagai wilayah yang dipertentangkan, dan tidak menganggap klaim India atas wilayah ini. Sebuah pilihan yang disukai banyak orang Kashmir adalah kemerdekaan, namun baik Pakistan dan India menentang hal ini.

Kashmir merupakan salah satu wilayah rebutan terkenal di dunia dan kebanyakan peta buatan Barat menggambarkan wilayah ini dengan garis bertitik untuk menandai batasan yang tidak pasti.

*Foto: Pasukan Komando India berlatih di sebuah tempat di Kashmir. (@India MOD)

Leave a Reply