Silang Pendapat Soal Rudal Iskander di Konflik Nagorno-Karabakh

Moskow – Sistem Rudal taktis Iskander tidak digunakan selama konflik di Nagorno-Karabakh tahun 2020, ungkap Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Kamis, 25-2-2021.

“Menurut data obyektif dan dapat diandalkan yang dikonfirmasi oleh sistem pemantauan dan pencatatan langsung, tidak ada sistem Rudal jenis ini yang digunakan selama konflik di Nagorno-Karabakh,” kata kementerian Rusia itu, dirilis TASS.

Seluruh muatan amunisi Rudal ini disimpan di depo Angkatan Bersenjata Armenia, ungkap kementerian Rusia menekankan. Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan salah paham (mislead) atas penggunaan sistem Rudal Iskander di Nagorno-Karabakh, urai petinggi Rusia itu.

“Secara keseluruhan, Perdana Menteri Republik Armenia Tuan Nikol Pashinyan telah disesatkan dan, akibatnya, dia menggunakan informasi yang tidak akurat,” kata kementerian itu.

Rudal Iskander Rusia. (@Russia MoD)

Pernyataan PM Armenia

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan portal berita lokal 1in.am pada malam tanggal 23 Februari 2021, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengomentari pernyataan mantan Presiden Serzh Sargsyan bahwa pihak Armenia seharusnya menggunakan Rudal Iskander selama hari-hari pertama konflik militer di Nagorno-Karabakh.

Pashinyan menyarankan agar Sargsyan menjawab “mengapa misil Iskander yang diluncurkan tidak meledak atau hanya meledak 10 persen.”

Menanggapi pertanyaan seorang jurnalis tentang apakah ini mungkin, perdana menteri Armenia itu berkata: “Saya tidak tahu.” Armenia pertama kali mengumumkan perolehan sistem Rudal taktis Iskander buatan Rusia pada September 2016.

Sistem Rudal taktis Iskander-M dirancang untuk menyerang target berukuran rendah dan lokasi musuh hingga jarak hingga 500 km: peluncur Rudal, beberapa sistem roket peluncuran, artileri jarak jauh, pesawat dan helikopter di aerodrome, pos komando dan komunikasi pusat.

Pakar Angkat Bicara

Belakangan, para ahli militer yang diwawancarai oleh TASS mengungkapkan bahwa sistem Iskander sama sekali tidak digunakan selama konflik Nagorno-Karabakh.

Sistem Rudal taktis iskander tidak digunakan selama konflik militer di Nagorno-Karabakh, ujar para ahli kepada TASS pada hari Rabu, 24-2-2021, mengomentari klaim Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan tentang inefisiensi peluncur.

“Para Iskander tidak digunakan selama konflik di Nagorno-Karabakh dan mereka tidak melakukan peluncuran. Itulah sebabnya, perlu untuk menanyakan Pashinyan dari mana fantasinya berasal,” kata pakar militer Viktor Murakhovsky.

Sistem Rudal taktis Iskander dikirim ke tentara Armenia dan tim dilatih untuk mengoperasikannya. Rudal balistik ditembakkan langsung ke tempat pembuktian Kapustin Yar di Wilayah Astrakhan di Rusia, kata ahli tersebut.

“Semuanya 100 persen diuji dan tidak ada keluhan,” tegas Murakhovsky.

*Foto: dok. Rudal Iskander Rusia. (@Russia MoD).