KBRI di Yaman Dibom

KBRI di Yaman kena Bom (photo: @w_kumoro)
KBRI di Yaman kena Bom (photo: Saiful)

Jakarta – Kedutaan Besar RI di Sanaa, Yaman, hancur. Kantor itu luluh lantak karena terkena bom. Informasi yang dikumpulkan, ada korban luka karena bom itu.

Seorang pembaca detikcom, Senin (20/4/2015) sore bernama Saiful memberikan foto kehancuran kantor KBRI. Dikabarkan ada staf KBRI yang terluka karena bom itu.

Seorang diplomat Indonesia yang tak disebutkan namanya juga sudah memastikan adanya serangan bom itu. Menurut dia, KBRI mengalami kerusakan.

Sayangnya sumber resmi Kemlu RI belum bisa dikonfirmasi. Juru Bicara Kemlu Arramanatha dan Direktur Perlindungan WNI Lalu M Iqbal yang dikontak lewat telepon tak merespons. (detikNews).

BREAKING NEWS: KBRI Yaman Dibom, 2 Orang Luka

KBRI di Yaman kena Bom (photo: @w_kumoro)
KBRI di Yaman kena Bom (photo: @w_kumoro)

SANAA, Gedung Kedutaan Besar RI (KBRI) di Sana’a, Yaman, terkena bom yang mengakibatkan dua orang menderita luka ringan. Demikian menurut informasi yang dihimpun Antara dari sumber di pemerintahan, Senin (20/4/2015).

Sementara itu, beberapa staf KBRI menyelamatkan diri di kediaman Duta Besar RI di Sana’a. Bom itu disebutkan menghancurkan sekitar 90 persen Gedung KBRI.

Yaman kini dilanda konflik bersenjata yang hebat setelah Arab Saudi dan negara-negara Teluk sekutunya melancarkan operasi militer untuk menahan laju pemberontak Syiah Houthi.

Operasi militer yang melibatkan serangan udara itu mulai digelar pada 26 Maret lalu, hanya dua hari setelah pemerintah Yaman memohon Dewan Kerjasama Teluk (GCC) melakukan intervensi militer ke negeri itu.

ima

Konflik di Yaman terjadi setelah kubu pemberontak Houthi melengserkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi. Hadi kemudian berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan mengungsi dari Ibu Kota Sanaa dan mendirikan pusat pemerintahan di Kota Aden.

Sepak terjang kaum Houthi telah membangkitkan dugaan Arab Saudi bahwa aksi mereka disokong oleh pemerintah Iran, yang juga beraliran Syiah. Namun, baik kelompok Houthi dan Iran menepis dugaan tersebut. (KOMPAS.com)

Sharing

Tinggalkan komentar