F-15 Israel Kawal Pembom B-52 AS, Unjuk Kekuatan ke Iran?

IMG 20210308 123013 e1615182001254

JakartaGreater   –  Manuver militer Israel pada Minggu 7-3-2021 dikatakan sebagai misi ke-7 selama 6 bulan terakhir. Namun, ini adalah pertama kalinya pesawat tempur Israel difoto bersama dengan para pembom Amerika.

Pada hari Minggu, jet tempur F-15 Israel mengawal 2 pembom B-52 Amerika melalui wilayah udara Israel, kata Pasukan Pertahanan Israel dalam sebuah tweet, dirilis Sputniknews.com pada Minggu, 7-3-2021.

Militer Israel menambahkan bahwa penerbangan strategis itu “sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah udara Israel dan Timur Tengah.”

IDF tidak menyatakan secara langsung bahwa manuver itu ditujukan kepada Iran, tetapi mengingat ketegangan yang sangat tinggi di kawasan itu, kemungkinan besar penerbangan di atas wilayah itu dirancang untuk menunjukkan kekuatan kepada Teheran.

“Penerbangan itu adalah babak lain dari kerja sama strategis dengan militer Amerika.Serikat, sebagai kunci untuk menjaga keamanan ruang udara Israel dan Timur Tengah”, ujar twit militer Israel.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami bersumpah pada hari Minggu bahwa Teheran akan “menghancurkan Tel Aviv dan Haifa ke tanah” – 2 kota terbesar di negara itu – jika negara Israel berusaha untuk menyerang Iran.

Awal pekan ini, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengungkapkan kepada Fox News bahwa Tel Aviv telah mengidentifikasi “banyak sasaran” di dalam Iran yang kehancurannya berpotensi membahayakan kemampuan Teheran untuk mengembangkan nuklir.

Israel telah berulang kali menuduh tetangganya mengembangkan senjata pemusnah massal, yang dibantah keras oleh Iran, dan bersikeras bahwa program nuklirnya dirancang untuk melayani tujuan damai saja.

Pada saat yang sama, Teheran dinilai telah menunjukkan “standar ganda” dalam hal keamanan nuklir, karena Israel sendiri sebagian besar diyakini memiliki senjata nuklir, meskipun tidak menyangkal atau mengkonfirmasi laporan tersebut.

Kazem Gharibabadi, duta besar Iran untuk organisasi internasional di Wina, menekankan bahwa dugaan kepemilikan persenjataan nuklir oleh Israel tidak hanya mengancam keamanan dan stabilitas di Timur Tengah, tetapi juga merusak efisiensi Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.

Pada pertengahan Februari 2021, media melaporkan bahwa Tel-Aviv sedang melakukan perluasan besar-besaran fasilitas nuklir Dimona di gurun Negev. Panel Internasional Bahan Fisil (IPFM) merilis gambar satelit yang dilaporkan menunjukkan “konstruksi baru yang signifikan” di lokasi tersebut. Laporan mengatakan bahwa Israel mungkin memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir.

Ketegangan di Timur Tengah telah meningkat setelah pembunuhan fisikawan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh, dengan Teheran menyalahkan intelijen Israel atas kematiannya.

Tel-Aviv tidak menolak atau menyetujui tuduhan tersebut. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya terlihat membahas Fakhrizadeh yang, menurutnya, telah memimpin unit khusus di dalam militer Iran yang diduga bekerja untuk mengembangkan senjata nuklir.

*Foto: Pesawat tempur F-15 Israel terbang mengawal bomber B-52 Amerika Serikat. (@ Israel Air Force).

Leave a Reply