Turki Membutuhkan Lebih Banyak Sistem Pertahanan Udara

Doha, JakartaGreater   –  Turki membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara dan berhak memperolehnya dari berbagai sumber, ujar Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada hari Kamis, 11-3-2021.

Berbicara pada konferensi pers bersama setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani di Doha, Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menekankan perlunya Turki untuk meningkatkan pertahanan ruang udaranya.

“Kami akan membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara, dan Turki, sebagai negara merdeka, berhak memperolehnya dari sumber yang berbeda. Tetapi tidak ada yang boleh mengkritik Turki dalam masalah ini,” kata Mevlut Cavusoglu ketika ditanya tentang pembelian gelombang kedua, dirilis Sputniknews.com.

Sistem pertahanan udara S-400 Rusia

Pembelian Turki atas sistem pertahanan udara Rusia menjadi titik pertikaian dalam hubungan AS-Turki sejak Juli 2019.

Washington menuntut Ankara menolak kesepakatan itu dan sebagai gantinya membeli sistem Patriot Amerika, dan mengancam akan membatalkan pengiriman F-35. Ankara sejauh ini menolak, bahkan melawan sanksi di sektor pertahananyang diberlakukan pada Desember 2020.

Sebelumnya pada hari itu, Menteri Perindustrian Turki Mustafa Varank mengatakan bahwa negosiasi dengan Rusia tentang pembelian S-400 gelombang kedua, dan kemungkinan produksi bersama, sedang berlangsung.

*Foto: Dok. Sistem Pertahanan Udara Patriot yang sempat di tempatkan oleh AS di Turki. (@Commoms.wikimedia.org)

Satu pemikiran pada “Turki Membutuhkan Lebih Banyak Sistem Pertahanan Udara”

Tinggalkan komentar