Palestina Undang Indonesia Buka KBRI

Presiden Jokowi menilai, dunia bahkan PBB tak bisa berbuat apapun saat Palestina mengalami penjajahan hingga kini.

“Dunia tak berdaya melihat Palestina akibat penjajahan. Kita tak boleh berpaling dari penderitaan rakyat Palesina,” ujar Presiden saat pidato di KAA, Rabu (22/4/2015).

Pidato itu disambut positif Palestina dengan mengajak Indonesia membuka KBRI di negaranya. Akankah Indonesia membuka KBRI di sana ?. Seluruh mata dunia sedang menunggunya.

Jakarta – Delegasi Palestina yang hadir dalam Konferensi Parlemen Asia Afrika (KPAA) Abdullah, mengundang pemerintah Indonesia untuk segera mendirikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negaranya. Hal itu disampaikan Abdullah di hadapan para Pimpinan DPR seusai penutupan acara Konferensi Parlemen Asia Afrika (KPAA) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/4/2015) malam.

“Kami mengundang Indonesia untuk secara resmi menguatkan hubungan diplomatik (dengan membuka KBRI),” kata Abdullah.

Ia mengatakan, Palestina telah meminta dukungan terhadap negara-negara Asia Afrika atas kemerdekaannya, sejak perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Palestina juga mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia melanjutkan isu dukungan kemerdekaan Palestina itu dalam KAA ke-60 tahun ini.

“Saya harap Indonesia segera membuka KBRI di Palestina sebagai tanda hubungan diplomatik. Kami akan membawa Anda ke Ramallah, ke Jerusalem, kami bawa Anda ke rumah kami,” kata dia.

Sebelumnya, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyatakan dukungannya atas rencana pemerintah membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Palestina.

“Kami dukung pernyataan presiden yang mau membuka KBRI di Palestina,” kata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Menurut Fadli, jika benar Pemerintah Indonesia membuka KBRI di Palestina, dan hal itu diikuti okeh negara-negara di Asia Afrika lainnya, maka akan menjadi sebuah pengakuan de facto dan de jure bagi kemerdekaan Palestina.

“Menurut delegasi Palestina, kedutaan besar RI bisa dibuka di Ramallah,” kata Fadli.(Kompas.com).