Empat F-16 Dilengkapi Drag Chute Segera Diterima

 

JAKARTA – Mabes TNI AU memastikan pesawat tempur F-16 hibah dari Amerika Serikat yang akan diterima Indonesia secara bertahap mulai Mei mendatang. Empat unit dilengkapi dengan drag chute atau parasut yang berada di belakang pesawat segera tiba.

”Pengiriman berikutnya itu sudah dilengkapi alat yang namanya drag chute ya. Jadi sudah ada perubahan spesifikasi. Kalau sebelumnya kan tidak ada drag chute, nanti sudah ada drag chute,” ujar Kadispenau Marsekal Pertama Dwi Badarmanto seusai pisah sambut di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, kemarin.

Menurut Dwi, pengiriman empat pesawat rencananya dilakukan pada Mei atau Juni dari total pemesanan 24 unit. Seluruh pesawat tersebut nantinya akan ditempatkan di Blok 25 Pekanbaru, Riau guna menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia. Terkait hasil investigasi, Dwi mengaku proses masih berjalan dan tim masih bekerja.

Apalagi, proses investigasi itu melibatkan banyak pihak seperti orangorang yang punya pengetahuan dan pemahaman serta lembaga- lembaga terkait untuk terlibat dalam investigasi. ”Ini kan baru dimulai investigasinya. Benar-benar baru dimulai, jadi tunggu sajalah. Hasil investigasi pasti di-publish. Ini baru proses,” ucapnya.

Pengamat militer M Muradi menilai, pengadaan drag chute merupakan kualifikasi standar pesawat tempur. Kalau tidak dilengkapi dengan alat tersebut maka ada yang bermasalah. ”Sebenarnya hibah bisa berhenti kalau ada kejadian luar biasa. Selesaikan saja program hibah selanjutnya beli baru kita punya uang banyak, itu kan membahayakan karena barang rekondisi,” katanya.

Apalagi, pesawat hibah tersebut sebelumnya sudah digunakan oleh negara pembuatnya selama 30 tahun, dengan kultur dan cuaca berbeda. ”Kalau beli hibah, murah awalnya tapi lebih banyak biaya maintenance. Apa pun kejadiannya, ini menjadi cermin program pengadaan hibah,” ucapnya.

Muradi menambahkan, pada 2017 program hibah telah berakhir dan tidak perlu diperpanjang lagi. Apalagi, pada tahun itu, anggaran militer menjadi 1,5% dari gross domestic product atau sekitar Rp160-170 juta/tahun. (sindonews.com)

 

Pengiriman Pesawat F-16 Hibah AS Diharapkan Segera Tuntas

JAKARTA – Pengiriman pesawat tempur F-16 dilakukan secara bertahap. Usai insiden kebakaran F-16 di Lanud Halim Perdanakesumah beberapa waktu lalu, TNI AU semakin selektif menerima pesawat hibah. F-16 merupakan hibah dari Amerika Serikat.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) Marsma TNI Dwi Badarmanto berharap dalam bulan Juni tahun ini F-16 dikirim ke Indonesia. Dari total 24 baru lima yang sudah sampai di Indonesia.

“Kita kan semuanya pesan sesuai ini kan ada 24. Baru kirim lima, secara bertahap. Bulan Mei atau Juni ini nanti diharapakan bisa masuk lagi. Diharapkan 24 itu bisa dikirim semua dengan termasuk permintaan kasau,” kata Dwi di Gedung di Griya Ardhya Garini Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2015).

Dwi mengatakan sesuai statemen Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) bahwa pengiriman berikutnya akan ada penambahan alat baru. TNI masih melakukan investigasi pesawat F-16 yang terbakar di Lanud Halim Perdanakusuma.

“Begini kalau kita ikuti statemennya KSAU kemarin ya. Pengiriman berikutnya itu sudah dilengkapi alat yang namanya drag chute ya. Jadi sudah ada perubahan specs, kalau dulu kan tidak ada drag chute. Pengiriman brikutnya sudah ada drag chute,” tandasnya. (sindonews.com)