Serpihan KRI Nanggala Ditemukan, Fase Pencarian Naik ke Subsunk

20210425 115419 e1619330144209

Alutsista – Berdasarkan bukti-bukti autentik yang telah didapatkan sejak tiga hari lalu dan juga pendapat ahli mantan pengawak KRI Nanggala serta komunitas kapal selam, maka benda atau komponen yang ditemukan tim pencari diyakini milik KRI Nanggala 402.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menetapkan pencarian KRI Nanggala-402 ditingkatkan dari fase submiss menuju fase subsunk.

Hal ini disampaikan saat konferensi pers tentang perkembangan pelaksanaan SAR terhadap KRI Nanggala, pada Sabtu, 24-4-2021 yang dipimpin oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, dirilis Dispenal.

Sejumlah bukti autentik yang dijadikan patokan untuk meningkatkan fase pencarian adalah: adanya benda warna hitam yang merupakan potongan pelurus torpedo, pembungkus pipa pendingin yang terdapat sebuah tulisan Korea. Hal ini karena KRI Nanggala pernah melaksanakan overhaul di Korea Selatan pada tahun 2012.

Selain itu sebotol cairan warna orange yang merupakan pelumas untuk naik turun periskop, yang biasanya dipegang petugas di tempat tersebut.

Benda-benda lain yang memperkuat yakni ditemukannys alas yang biasa dipakai untuk sholat ABK, spoon penahan panas untuk restroom, serta cairan minyak solar yang terlihat dari patroli udara menyebar meluas pada radius 10 mil.

Menurut Kasal pada saat fase submiss (hilang) telah dilaksanakan pengerahan kekuatan unsur-unsur TNI AL dan unsur-unsur Instansi lainnya.

Unsur TNI AL sebanyak 16 KRI dan 5 Pesud dan saat ini masih melaksanakan pendeteksian, khususnya unsur yang memiliki kemagnetan yang tinggi.

KRI Rigel-933 saat ini tetap melaksanakan pendeteksian lanjutkan untuk menyakinkan kontak-kontak yang bawah air di sekitar datum atau posisi terakhir kapal selam terlihat.

Sementara itu, unsur instansi lain yang membantu yakni, 4 kapal Baharkam Polri, 2 kapal Basarnas dan 1 kapal Bakamla serta bantuan negara sahabat yakni HMS Ballarat (Australia) serta dua kapal rescue MV. Mega Bhakti (Malaysia) dan MV Swift Rescue (Singapura), serta Pesawat P-8 Poseidon (Amerika Serikat).

Ditambahkan Kasal, fase subsunk (tenggelam) nanti akan disiapkan evasuasi medis bagi ABK yang kemungkinan masih ada yang selamat dan rencana evakuasi ke Surabaya atau Banyuwangi. Sementara itu, tim SAR gabungan tetap harus berjuang dengan keras sesuai dengan sektor-sektor pembagian tugas yang sudah ada.

Unsur TNI AL tetap melaksanakan pendeteksian bersama unsus-unsur lain termasuk Polri, Basarnas, Bakamla dan unsur luar negeri yang akan berdatangan akan masih berjuang keras karena terdeteksi benda berada pada kedalaman 850 meter sehingga memiliki kesulitan yang tinggi.

Berkaitan peningkatan fase submiss ke subsunk, Kasal selaku pemimpin TNI AL dan seluruh prajurit TNI AL turut prihatian atas kejadian yang tidak kita harapkan ini, khususnya kepada warga Hiu Kencana (warga kapal selam).

Leave a Reply