AS Kembangkan Rudal Hipersonik AS Jangkauan 2775 KM

Alutsista –  Pentagon kini memiliki beberapa program senjata hipersonik yang sedang dikembangkan dalam upaya untuk menutup celah dengan Rusia dan China, yang keduanya sudah memiliki Rudal hipersonik yang dikerahkan. Senjata ultra-cepat ini mampu menghindari sebagian besar metode deteksi serta intersepsi.

Angkatan Darat AS telah mengungkap jangkauan dari sistem Rudal hipersonik berbasis peluncuran darat yang akan datang. Snejata ini akan memiliki jangkauan lebih dari 1.700 mil atau sekitar 2775 Km, dikutip Sputniknews.com pada Minggu, 16-5-2021.

Breaking Defense melaporkan awal pekan ini bahwa seorang juru bicara Angkatan Darat AS telah memberi tahu outlet berita bahwa Senjata Hipersonik Jarak Jauh (LRHW) yang akan datang akan mampu menyerang target “pada jarak yang lebih jauh dari 2775 kilometer,” atau 1.725 mil.

Pada jarak itu, senjata itu akan hampir sama dengan Rudal balistik jarak menengah (IRBM), tetapi karena kendaraan luncur hipersonik yang dapat bermanuver, itu akan menjadi ancaman yang jauh lebih kuat daripada IRBM yang ada.

Senjata itu juga akan menjadi tambahan terbaru dari daftar Rudal berbasis darat yang terus bertambah dan dikembangkan oleh AS.

Pentagon menyatakan tidak berniat untuk melengkapi senjata hipersoniknya dengan hulu ledak nuklir, tetapi ada beberapa indikasi pihaknya mungkin sedang menjajaki kemungkinan untuk melakukannya.

LRHW sedang dikembangkan oleh Lockheed Martin dan diharapkan terbang pertama kali paling cepat pada tahun 2023. Sistem terpisah dengan rentang variabel yang lebih pendek dan lebih banyak sedang dikembangkan oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), tetapi kemungkinan besar tidak akan terjadi sebelum 2023 dan Pentagon mungkin tidak tertarik pada senjata itu pada saat itu.

Rudal hipersonik lain yang sedang dikembangkan adalah AGM-183 Air-launch Rapid-Response Weapon (ARRW), juga sedang dikembangkan oleh Lockheed Martin. ARRW telah melakukan uji tembak untuk pertama kalinya awal tahun ini di lepas pantai California. Rudal ini diharapkan memiliki jangkauan lebih dari 1.000 mil.

*Foto: Desain rudal hipersonik yang dikembangkan AS. (@Lockheed Martin)