Turki Tidak Mau Didikte Negara Lain Soal Pembelian Alutsista

Militer Internasional   –   Pada 2017, Turki menandatangani kesepakatan dengan Rusia untuk membeli beberapa alutsista sistem pertahanan udara S-400, yang mendorong AS untuk menangguhkan pengiriman jet tempur generasi kelima F-35 ke Ankara. Washington mengatakan sistem pertahanan udara Rusia “tidak kompatibel” dengan F-35-nya.

Fakta bahwa negara-negara lain menuntut Turki untuk tidak menggunakan sistem pertahanan udara S-400 yang dibeli dari Rusia, tidak dapat diterima, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusolgu kepada wartawan selama kunjungan ke Athena, dirilis Sputniknews.com, 31-5-2021.

“Kami akan memiliki kendali penuh atas sistem S-400. Teknisi kami pergi ke Rusia untuk menjalani pelatihan tetapi tidak akan ada ahli militer Rusia di Turki. Jadi, tuntutan negara lain untuk tidak menggunakan S-400 tidak dapat diterima,” kata menteri, seperti dikutip saluran TRT.

Ankara menandatangani kesepakatan dengan Moskow untuk membeli alutsista sistem pertahanan udara S-400 pada 2017 dan pengiriman pertama dimulai pada Juli 2019. Kesepakatan itu memicu perselisihan antara Ankara dan Washington karena Turki juga berpartisipasi dalam program F-35 AS dan sedang menunggu, untuk pengiriman jet tempurnya.

AS mengatakan Turki tidak akan mengirim pesawat kecuali jika mundur pada kesepakatan S-400 dengan Rusia – Washington mengatakan bahwa sistem Rusia tidak kompatibel dengan pertahanan NATO bersama dan mengancam F-35-nya, sementara Ankara bersikeras bahwa S-400, akan beroperasi secara independen dari pertahanan NATO.

Tahun lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negaranya akan terus menguji sistem pertahanan udara Rusia. Sikap Amerika sama sekali tidak mengikat bagi kami. Kami tidak akan bertanya kepada Amerika,” kata Erdogan

File : uji penembakan sistem pertahanan udara S-400 oleh Rusia. (@Russia MoD)

1 thought on “Turki Tidak Mau Didikte Negara Lain Soal Pembelian Alutsista”