Mar 122019
 

 

 

3A__3_

Danrem mengatakan bahwa seleksi tingkat Sub Panda Korem 091/ASN ini diikuti oleh 37 calon diantaranya 14 calon dari Tanah Grogot, 7 dari Nunukan, 6 dari Tanjung Selor, 4 dari Malinau, 3 dari Tarakan, 2 dari Sangatta dan 1 orang dari Kutai Barat.

Samarinda, Jakartagreater.com  –  Guna mewujudkan TNI AD yang Solid, Profesional, Tangguh, Berwawasan Kebangsaan dan dicintai rakyat maka dilaksanakan sidang penerimaan Cata PK TNI AD Gelombang I sebagai salah satu kegiatan di bidang penyediaan tenaga manusia dalam program pembangunan kekuatan personel.

Hal tersebut disampaikan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Widi Prasetijono dalam rilis tertulisnya pada Senin 11 Maret 2019 di Samarinda.

Danrem mengatakan bahwa seleksi tingkat Sub Panda Korem 091/ASN ini diikuti oleh 37 calon diantaranya 14 calon dari Tanah Grogot, 7 dari Nunukan, 6 dari Tanjung Selor, 4 dari Malinau, 3 dari Tarakan, 2 dari Sangatta dan 1 orang dari Kutai Barat.

“Hasil kegiatan ini secara kuantitas maupun kualitas, akan berpengaruh langsung terhadap pembangunan kekuatan TNI AD pada umumnya dan Kodam VI/Mlw pada khususnya,’’ ujar Brigjen TNI Widi Prasetijono.

“Oleh karena itu, setiap proses penerimaan calon prajurit harus direncanakan dan dilaksanakan secara baik, melalui tahap seleksi secara ketat, dengan tetap mempertimbangkan aspek kualitas sumber daya manusia agar diperoleh hasil yang diharapkan”, tambah Brigjen TNI Widi Prasetijono.

Lebih lanjut dikatakan Brigjen Widi Prasetijono bahwa Calon Tamtama yang terpilih akan mengikuti pemeriksaan dan pengujian lanjutan yang meliputi administrasi, akademik, kesehatan, jasmani, psikologi serta mental ideologi di Dodikjur.

“Oleh karena itu, saya mengingatkan kepada panitia agar di dalam menentukan kelulusan calon, agar tetap berpedoman kepada norma dan aturan yang telah ditentukan, karena hasil pemilihan ini akan dipertanggung-jawabkan oleh tim seleksi atau penguji dikemudian hari,’’ pesan Brigjen TNI Widi Prasetijono.

Mengakhiri amanatnya ia berpesan agar dalam pentahapan seleksi dilakukan secara obyektif, transparan serta akuntabel. “Apabila ada permasalahan hendaknya disampaikan secara terbuka, transparan, dan diputuskan secara bersama oleh Panitia, agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari,’’ terang Brigjen TNI Widi Prasetijono.

“’Pedomani pakta integritas yang sah ditanda-tangani, jangan ada yang menjadi calo dan meminta bayaran kepada para calon Tamtama ini, apabila ada yang melakukan, maka akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,’’tambah Brigjen TNI Widi Prasetijono.

“Perlu disadari bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam pembentukan prajurit TNI AD kedepan, oleh sebab itu, laksanakan seleksi dengan berorientasi kepada kepentingan organisasi TNI AD,’’pungkas Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Widi Prasetijono. (tniad.mil.id)