Ditawarkan ke Indonesia, Jepang Luncurkan Fregat Mogami Class ke-3

Alutsista – Perusahaan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) di Nagasaki, Jepang meluncurkan kapal perang fregat  Mogami class ketiga yang bernama Noshiro, Selasa, 22-6-2021

Kapal perang yang dikenal juga sebagai 30FFM atau FFM ini, merupakan fregat next generation untuk Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF).

Sebelum kapal ketiga ini diluncurkan, Kapal pertama Mogami class diluncurkan oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI) pada Maret 2021. Sementara kapal kedua bernama Kumano meluncur pada November 2020 yang digarap oleh galangan kapal Mitsui E & S Shipbuilding, di Okayama, Jepang.

Frgate kedua itu dikerjakan oleh Mitsui E&S karena menerima pesanan subkontrak dari MHI untuk pembangunan fregat 3.900 ton untuk JMSDF.

Fregat Mogami Class Noshiro Diluncurkan Jepang. (@Japan Maritime Self-Defense Force)

Kini, untuk fregat ketiga Noshiro, halangan kapal MHI akan melanjutkan pekerjaan ke tahap pemasangan peralatan fregat, sebelum pengiriman dan commissioning di tahun 2022.

Ditawarkan ke Indonesia

Pemerintah Jepang pada akhir Mei 2021, sempat menawarkan jenis fregat ini ke Indonesia.

Jepang berharap dapat menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk pembuatan bersama, kapal berdasarkan desain kapal perusak Japan Maritime Self-Defense Force (MSDF), ungkap ungkap Japan-forward.com, 21-5-2021.

Prototipe untuk proposal produksi bersama adalah model terbaru dari fregat multi-misi (FFM) MSDF, yang dijadwalkan akan ditugaskan pada Maret 2022.

Selain kemampuan anti-kapal selam, anti-pesawat, dan pertempuran laut, model ini juga memiliki kemampuan anti-ranjau.

Fregat Mogami Class

Mogami class adalah fregat multi-misi yang diharapkn MHI dan Mitsui E & S akan dibeli sebanyak 22 unit oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF).

Menurut MHI, fregat multi-misi 30FFM akan memiliki bobot penuh sekitar 5.500 ton, dengan panjang 132,5 meter dan lebar 16,3 meter. Adapun kecepatan maksimum lebih dari 30 knot.

Dengan mengutamakan kecanggihan otomatisasi tingkat tinggi dari kapal, maka jumlah kru kapal dapat ditekan menjadi sekitar 90 pelaut, sekaligus menunjukkan  30FFM akan dilengkapi dengan berbagai macam senjata dan sistem yang canggih, ungkap Navalnews.com.

Persenjataan Fregat Mogami Class

– 1 Sistem meriam laut Mk.45 mod 4 5-inch BAE Systems.

– 2 Steel Works 12.7mm Remote Weapon System.

– Peluncur rudal VLS Mark 41/ Mk 41 (fitted for but not with)

– 1 SeaRAM Defense System dari Raytheon

– 8 Rudal anti-kapal MHI Tipe 17

– Radar multifungsi Mitsubishi Electric OPY-2

– Sensor Mitsubishi Electric OAX-3EO/IR

– Sonar anti-ranjau Hitachi OQQ-11

– Sonar anti-kapal selam NEC OQQ-25 (VDS/TASS).

– UUV (OZZ-5 oleh MHI) dan USV untuk tindakan penanggulangan ranjau.

– Ranjau laut untuk perang ranjau ofensif

Pertahanan Udara

SeaRAM Ship Defense System. (@ Raytheon)

Fregat Mogami Class mengandalkan SeaRAM buatan Raytheon untuk menghadapi ancaman ancaman supersonik dan subsonik termasuk Rudal jelajah, Rudal anti-kapal, helikopter, drone dan kapal permukaan.

Sistem SeaRAM dibangun berdasarkan sistem senjata Phalanx, dengan mengganti meriam Gatlin 20 mm dengan peluncur Rudal yang mengarah ke targetnya dengan tepat dan bisa menembakkan hingga 11 Rudal Rolling Airframe Missile (RAM).

SeaRAM Ship Defense System. (@ Raytheon)

SeaRAM menggabungkan akurasi, jangkauan yang diperluas, dan kelincahan rudal RAM dengan sensor pencarian dan pelacakan resolusi tinggi dan respons cepat yang andal dari sistem Phalanx Block 1B.

Varian Block 2, evolusi terbaru dalam pengembangan Rudal RAM, memiliki motor roket yang lebih besar, bagian kontrol yang canggih, dan penerima RF yang ditingkatkan yang mampu mendeteksi ancaman dari pemancar yang paling senyap.

Perbaikan membuat Rudal 2,5 kali lebih bermanuver, dengan 1,5 kali jangkauan pencegatan efektif. Ini memberikan varian Blok 2 kemampuan untuk mengalahkan ancaman yang sangat menekan, serta meningkatkan kemampuan bertahan kapal yang dipertahankan.

Peluncur Rudal VLS Mk 41 (fitted for but not with)

Peluncur Rudal terkenal VLS Mk.41 bisa memuat berbagai Rudal, baik untuk pertahanan udara, serangan darat, kapal permukaan, hingga kapal selam.

Peluncur Rudal VLS Mk 41 belum dipasang di fregat Mogami Class, namun dipersiapkan untuk itu (fitted for but not with).

Peluncur Rudal VLS Mk 41 merupakan andalan kapal perang Amerika Serikat, teman dekat dan sekutunya.

Peluncur Rudal ini terpasang di : kapal perang Destroyer AS Arleigh Burke-class, fregat Brandenburg-class Jerman, fregat Anzac-class Australia, New Zealand, fregat Adelaide-class Australia, fregat De Zeven Provinciën-class Belanda, fregat Sachsen-class Jerman dan sejumlah kapal perang lainnya.

Jumlah tabung peluncur VLS Mark 41 bervariasi, mulai dari 8 tabung, 16, 32, 40 hingga 61 tabung.

Peluncur Rudal MK 41 banyak digunakan oleh negara sekutu atau sahabat AS karena peluncur ini bisa menembakkan berbagai jenis Rudal:

  • Rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak menengah RIM-66 Standard,
  • Rudal permukaan-ke-udara (SAM)  extended-range RIM-67 Standard,
  • RIM-161 Standard Missile 3,
  • RIM-174 Standard ERAM, RGM-109 Tomahawk,
  • Rudal Anti-Kapal Selam RUM-139 VL-ASROC ,
  • Rudal anti-udara RIM-7 Sea Sparrow,
  • RIM-162 ESSM.
RIM-162 Evolved Sea Sparrow missile. (@ US Navy)

RIM-162 Evolved SeaSparrow Missile (ESSM) adalah pengembangan dari rudal RIM-7 Sea Sparrow yang digunakan untuk melindungi kapal dari serangan Rudal dan pesawat. ESSM dirancang untuk melawan Rudal anti-kapal manuver supersonik. Rudal ESSM yang umumnya ditembakkan lewat peluncur horisontal seperti SeaRam, bisa diluncurkan secara vertikal yang dikemas ke dalam sistem Peluncuran Vertikal Mark 41.

RIM-67 Standard. (@ US Navy)

RIM-67 Standard ER (SM-1ER/SM-2ER) adalah sebuah berbagai peluru kendali / Rudal permukaan-ke-udara (SAM) diperpanjang dan rudal anti kapal. RIM-67 dikembangkan sebagai pengganti untuk RIM-8 Talos.

RIM-161 Standard Missile 3 (@ U.S. Navy)

RIM-161 Standard Missile 3 (SM-3) adalah sistem peluru kendali / Rudal berbasis kapal untuk mencegat Rudal balistik  jarak pendek menengah sebagai bagian dari Sistem Pertahanan Rudal Balistik Aegis.

Meskipun pada awalnya dirancang sebagai Rudal anti-balistik, SM-3 juga telah digunakan dalam kapasitas anti-satelit terhadap satelit di bawah dari orbit Bumi rendah. SM-3 terutama digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan juga dioperasikan oleh Japan Maritime Self-Defense Force.

RIM-174 Standard Extended Range Active Missile (ERAM), atau Standard Missile 6 (SM-6) adalah Rudal untuk rentang yang diperpanjang extended range anti-air warfare (ER-AAW) untuk  peperangan anti – udara dengan tujuan untuk menetralisir ancaman pesawat tempur, helikopter, kendaraan udara tak berawak, dan mencegat Rudal jelajah anti kapal dalam penerbangan, baik di laut dan darat.

Raytheon memasuki kontrak pada tahun 2004 untuk mengembangkan Rudal ini untuk Angkatan Laut Amerika Serikat, setelah pembatalan Rudal SM-2ER Blok IVA (RIM-156B). Pembangunan dimulai pada tahun 2005, diikuti dengan pengujian pada tahun 2007. Rudal itu resmi disebut RIM-174a pada Februari 2008.

Rudal Pertahanan Anti Kapal

Rudal Permukaan-ke-Kapal Type 12 adalah Rudal anti-kapal yang dipasang di truk yang dikembangkan oleh Mitsubishi Heavy Industries Jepang pada tahun 2012. Rudal ini adalah peningkatan dari Rudal Permukaan-ke-Kapal Tipe 88.

Rudal Type 12 dilengkapi INS dengan panduan GPS di tengah jalan dan presisi yang lebih baik karena Pencocokan Kontur Medan yang ditingkatkan dan kemampuan membedakan/ memisahkan target.

Senjata ini terhubung ke jaringan, di mana penargetan awal dan pertengahan dapat disediakan oleh platform lain, dan juga menawarkan waktu muat ulang yang lebih pendek, pengurangan biaya siklus hidup, dan jangkauan 124 mil (200 km).

Rudal Anti Kapal Type 12 Jepang. (@JGSDF- Japan)

Rudal tersebut berbagi pencari radar Ka-band Active Electronic Scanned Array (AESA) yang sama dengan rudal BVRAAM Jepang, AAM-4B.

Turunan yang diluncurkan kapal dari Tipe 12, yang disebut sebagai Rudal Tipe 17 (SSM-2) telah masuk ke dalam layanan dan akan dikerahkan dari perusak kelas Maya. Jangkauan telah berlipat ganda menjadi 400 kilometer dan juga berencana untuk membuat versi perbaikan sistem permukaan-ke-kapal dan varian peluncuran udara untuk pesawat patroli P-1.

Kementerian Pertahanan Jepang menyetujui pengembangan versi perbaikan SSM Tipe 12 pada 18 Desember 2020 oleh Kabinet. Menurut surat kabar Jepang, jangkauan akan diperpanjang dari 200 km menjadi 900 km, dengan target masa depan 1.500 km.

Rudal ini akan memiliki bentuk siluman untuk mengurangi RCS, serta mobilitas tinggi untuk mencegah intersepsi dari musuh. Rudal ini tidak hanya dapat menyerang kapal angkatan laut tetapi juga target darat.

Kementerian Pertahanan Jepang bermaksud untuk meluncurkan SSM Tipe 12 yang ditingkatkan tidak hanya dari darat, tetapi juga dari kapal dan pesawat angkatan laut.