Iran Diperkuat Fregat dan Kapal Penyapu Ranjau Baru

Alutsista – Teheran telah meningkatkan industri pertahanan dalam negerinya selama beberapa tahun terakhir sejak negara itu akhirnya terputus dari penjualan militer asing karena larangan PBB. Yang terakhir larangan itu berakhir tahun lalu, tetapi Iran mengatakan tidak berniat untuk menghentikan proses peningkatan persenjataan buatan dalam negeri.

Kini, Angkatan Laut Iran telah mendapatkan bala bantuan baru, dengan mengukuhkan fregat bernama Dena dan kapal penyapu ranjau bernama Shahin.

Pemindahan kapal perang yang baru diproduksi ke angkatan laut diperintahkan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan diawasi oleh komandan militer tertinggi negara itu pada 14 Juni 2021, dirilis Sputniknews.com, 14-6-2021.

Kapal Dena dan Shahin bergabung dengan armada yang ditempatkan di kota pelabuhan Bandar Abbas di Iran Selatan.

Dena adalah fregat kelas Moudge keempat yang dibangun Iran di dalam negeri. Tiga kapal lainnya ditugaskan antara 2010 dan 2018. Kapal kelas Moudge dapat mengisi berbagai peran karena dilengkapi dengan persenjataan yang mampu mengenai sasaran di udara, di darat, dan di laut. Selain itu, Dena memiliki landasan pendaratan helikopter di deknya.

Kapal-kapal ini juga dipersiapkan untuk perjalanan jauh di lautan, sehingga memungkinkan Iran untuk menggunakannya dalam misi patroli internasional. Salah satu kapal kelas Moudge Iran, Sahand, saat ini sedang berlayar melintasi Samudra Atlantik. Misinya masih belum diketahui, kemungkinan ke Venezuela.

Kapal penyapu ranjau Shanin juga merupakan hasil kerja ekstensif oleh industri pertahanan Iran. Kapal dilengkapi dengan peralatan modern yang memungkinkan untuk mendeteksi dan menetralisir ranjau laut pada jarak yang jauh.

Teheran membuat lompatan signifikan dalam mengembangkan industri pertahanan dalam negerinya. Dorongan teknologi sebagian ditopang oleh larangan PBB pada perdagangan senjata dengan Iran, yang digunakan untuk membeli sebagian besar persenjataannya di luar negeri.

Kapal penyapu ranjau Shahin. (@IRNA)

Sementara larangan itu berakhir pada tahun 2020, Teheran telah mengindikasikan bahwa pihaknya berencana untuk terus mengembangkan peralatan dan senjata militer domestik, seperti kapal perang, sistem pertahanan udara, Rudal, dan bahkan jet tempur.

Fregat Dena

Fregat Dena menurut catatan NavalNews.com, berbobot sekitar 1500 ton yang merupakan Proyek Mowj keempat Iran yang dibangun. Proyek ini sempat tertunda sejak tahun 2000-an, terutama karena perlunya penggantian beberapa komponen akibat sanksi.

Kapal-kapal proyek ini dibangun dengan beberapa perbedaan mencolok satu sama lain, sementara persenjataan utama secara umum tetap sama. Seperti pendahulunya, Dena membawa empat peluncur SAM Noor atau Ghader, dua peluncur rudal antipesawat Mehrab, dua peluncur torpedo tiga tabung 324 mm, dan meriam artileri Fajr 27 76 mm. Selain itu, kapal dilengkapi dengan artileri ringan 23mm dan unit artileri Fath 40mm.

Kapal penyapu ranjau Shahin

Shahin adalah kepala kelas kapal penyapu ranjau lambung komposit baru yang dibangun Iran. Kapal ini akan membawa kemampuan baru untuk Angkatan Laut Iran dengan mengadopsi SES untuk peperangan ranjau. Kelas Oksoy Angkatan Laut Kerajaan Norwegia dan kelas Alta menggunakan teknologi ini. Namun mereka lebih besar dan menggunakan lambung plastik, tidak seperti Shahin yang terbuat dari baja.

*Foto: Fregat Dena Iran. (@IRNA)

Satu pemikiran pada “Iran Diperkuat Fregat dan Kapal Penyapu Ranjau Baru”

  1. 1500 Ton auto imut kl disandingkan sama Iver, tapi kerennya Iran bikin sendiri. Padahal mereka tidak kikuk-kikuk sama israel seperti turkiem. Menarik nih kl udah ada berita soal persenjataan, dan sistem navigasinya. Bikin sendiri juga apa nyomot barang rusia/china.
    Salut Iran.