Pesawat Militer C-130 Filipina Kecelakaan Saat Mendarat

JakartaGreater – Korban tewas dalam kecelakaan pesawat militer C-130 Filipina yang terjadi pada Minggu, 4-7-2021 mencapai 50 orang, sementara 49 prajurit terluka, lapor ABS CBN mengutip juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP).

Mayor Jenderal Edgard Arevalo mengatakan pada hari Senin bahwa pihak berwenang telah menemukan mayat 5 tentara yang hilang, sehingga jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat menjadi 50, termasuk 47 tentara tewas dan tiga warga sipil di darat yang juga tewas, dikutip Sputniknews.com, 5-7-2021.

Sebanyak 49 tentara lainnya terluka, dan empat warga sipil di darat juga terluka, kata Arevalo.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa kecelakaan pesawat itu telah menewaskan 45 tentara, sementara 42 orang ditemukan dalam keadaan hidup.

Ada lebih dari 80 orang di dalam pesawat C-130 ketika jatuh di pulau Jolo pada hari Minggu, 4-7-2021, saat mencoba mendarat tetapi gagal di landasan. Menurut Arevalo, militer Filipina untuk sementara mengandangkan pesawat C-130-nya.

Pesawat C-130 Angkatan Udara Filipina jatuh pada hari Minggu 4-7-2021 di dekat Kepulauan Sulu di Barat Daya negara itu. Pesawat itu membawa 96 tentara dari Selatan kota Cagayan de Oro ke Jolo untuk operasi melawan para ekstremis.

Angkatan Udara Filipina mengatakan pesawat itu meleset dari landasan pacu saat mendarat dan jatuh di desa terdekat dan menyebabkan kebakaran.

Menurut catatan situs Stars and Stripes, pesawat Lockheed C-130 Hercules yang jatuh ini adalah salah satu dari 2 pesawat bekas AS. Pesawat Angkatan Udara itu diserahkan ke Filipina sebagai bagian dari bantuan militer tahun ini.

*Foto. dok. Pesawat C-130H Philippine Air Force yang mengalami kecelakaan di Sulu, Filipina.(@Hetzark Segundo RPLL – commons.wikimedia.org)

Satu pemikiran pada “Pesawat Militer C-130 Filipina Kecelakaan Saat Mendarat”