UAC: Su-75, Pesawat Siluman Canggih Biaya Operasional Rendah

JakartaGreater – Prototipe pesawat tempur bermesin tunggal baru Rusia, Checkmate, yang dipresentasikan pada pameran udara MAKS-2021 di wilayah Moskow, mungkin diminati di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara, ungkap Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Teknis-Militer, Dmitry Shugayev.

“Timur Tengah mungkin sangat tertarik, serta negara-negara Asia Tenggara dan Afrika Utara”, ujar Shugayev mengatakan kepada wartawan, dikutip Sputniknews.com, 21-7-2021

Pesawat tempur bermesin tunggal lebih murah dan lebih kompetitif dan dirancang untuk melakukan tugas penerbangan pesawat tempur ringan, ujar kepala badan kerjasama pertahanan Rusia itu sambil menekankan bahwa harga akan menjadi salah satu keunggulan kompetitif dari pesawat tempur baru.

“Secara obyektif, kemampuan item teratas [seperti pesawat tempur Su-57] tidak selalu benar-benar dibutuhkan, pesawat itu mungkin dianggap berlebihan”, kata Shugayev.

Untuk itu, perusahaan negara Rostec sedang mengembangkan pesawat tempur multi-peran ringan generasi kelima pertama Rusia dengan satu mesin.

Pesawat baru Checkmate akan mengurangi visibilitas radar dan kemampuan manuver yang tinggi dan menggunakan elemen kecerdasan buatan.
Beban tempur maksimumnya akan melebihi 7 ton dan kecepatan maksimumnya harus mencapai dua kecepatan suara.

Prototipe Pesawat tempur Su-75 Checkmate Rusia. (@Russia MoD)

Pesawat Tempur Su-75

Pesawat tempur Checkmate, yang mungkin beroperasi dengan nama Su-75 di Rusia, telah dikembangkan oleh raksasa pertahanan dan teknologi Rostec dan United Aircraft Corporation dalam waktu singkat dan akan diproduksi dalam tiga versi: 1 tempat duduk, 2 tempat duduk, dan pesawat tak berawak.

Dilihat dari spesifikasi dan data kinerja Checkmate, pesawat tempur akan berakselerasi hingga Mach 1,8 (2,222,6 km/jam) dan membawa muatan maksimum 7.400 kilogram dengan perkiraan jangkauan ketinggian terbang 16,5 kilometer dan jangkauan jarak terbang 2.800 kilometer (tanpa tangki bahan bakar tempel) .

Pesawat ini juga menggunakan teknologi siluman dan mampu menggunakan senjata penerbangan modern yang dipasang di kompartemen internal pesawat.

Jet tempur ini dilaporkan dapat dipersenjatai dengan: rudal udara-ke-udara jarak pendek RVV-MD; rudal RVV-SD jarak menengah; Rudal udara-ke-permukaan Kh-38; Rudal anti-radiasi Kh-58UShKE; Rudal udara “GROM-E1”; bom dipandu laser KAB-250LG-E; atau roket pesawat tanpa pemandu S-8 dan S-13.

Menurut Direktur Jenderal United Aircraft Corporation (UAC) Yuri Slyusar, platform multifungsi pesawat tempur dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan pembeli masa depan karena arsitekturnya yang terbuka. Selain itu, menggabungkan “biaya operasi rendah dan kemampuan tempur yang luas”.

Jet tempur Checkmate dirancang untuk menyerang hingga enam target secara bersamaan di darat, udara atau laut, bahkan dalam kondisi gangguan elektronik yang kuat. Pada saat yang sama, label harga jet siluman ini akan berkisar antara $25-30 juta (21-25 juta euro), yang jauh lebih rendah daripada pesaing utamanya,seperti: Rafale Prancis, Gripen NG Swedia, atau F-35 Lightning II Amerika Serikat.

Menurut UAC, keuntungan penting lainnya dari pesawat tempur Rusia yang baru adalah biaya operasi penerbangan yang rendah. Direktur Jenderal United Aircraft Corporation Yuri Slyusar mengatakan, pesawat Su-75 akan 7 kali lebih rendah dari F-35 ($33.000 per jam terbang) dan sebanding dengan Gripen NG (antara $4.500 dan $8.000 per jam penerbangan). Pesawat Checkmate secara signifikan diyakini juga unggul dalam hal kemampuan tempur.

Tentunya Rusia harus menunjukkan terlebih dahulu kemampuan peswat SU-57 dalam operasi militer dan lainnya, agar pesawat itu mendapatkan pelanggannya di luar negeri.

*Foto: Prototipe Pesawat tempur Su-75 Checkmate Rusia. (@UAC Russia)