Panser Anoa, Kendaraan Tempur Kebanggaan Indonesia (1)

Tahun 2007, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendatangi kantor PT Pindad (Persero), di Bandung, Jawa Barat untuk melihat potensi dan kemampuan perusahaan yang berada di bawah Kementrian BUMN ini. Sayang, beliau melihat plat merah itu belum maksimal padahal memiliki sumber daya dan kapasitas produksi yang mumpuni.

JK — Panggilan Jusuf Kalla — pun memesan kendaraan taktis (rantis) Anoa, padahal saat itu TNI tidak memberikan order untuk PT Pindad. Ini semua dilakukan JK karena gregetan melihat alat utama sistem senjata (alutsista) kebanyakan impor.

Pesanan bernilai Rp 1,1 trilliun dialokasikan untuk menebus 150 unit panser yang akan digunakan TNI Angkatan Darat (AD). Peristiwa ini pun menjadi momen bersejarah karena menjadi pesanan terbesar sejak PT Pindad (Persero) berdiri pada 29 April 1983.

“Waktu itu ada kebutuhan bahwasanya TNI akan membeli produk dari luar negeri untuk mengangkut pasukan. Lalu kemudian hal ini menjadi tantangan bagi industri dalam negeri kenapa harus dari luar, kenapa gak bikin aja,” ucap Direktur Utama PT Pindad (Persero), Silmy Karim.

Rantis atau panser Anoa saat ini telah diproduksi ratusan unit dan tersebar di Indonesia juga negara lain. Panser yang dibanderol Rp 25-30 milliar ini memiliki sederet fitur, termasuk Armored Personnel Carrier (APC), Ambulance, Logistic, Recovery, dan Remote Control Weapon System (RCWS).

Sepanjang 2008-2011 PT Pindad (Persero) telah menyerahkan sebanyak 161 unit panser Anoa 1. Kemudian pada 2008-2011 produsen kendaraan tempur ini juga mengirimnya tak kurang dari 97 unit Anoa.

Kini PT Pindad (Persero) terus mengembangkan panser Anoa. Diharapkan, varian baru dari panser kebanggaan rakyat Indonesia ini tercipta.

Buat teman-teman yang mau melihat Videonya bisa klik didibawah ini :

Sumber    : liputan6.com

Sharing

Tinggalkan komentar