Cara Menghirup Oksigen di Planet Mars

Jika NASA bisa mengirim koloni manusia ke Mars pada tahun 2030, maka yang menjadi kendala adalah ketersediaan oksigen. Badan luar angkasa Amerika itu mengaku sedang mengembangkan cara untuk menciptakan oksigen di Mars.

NASA yakin jika oksigen bisa dihasilkan dari tanah di Mars. Metode inovatif ini akan memanfaatkan bakteri atau alga yang menggunakan tanah sebagai energi, lalu menekan keluar senyawa oksigen yang berguna bagi astronaut di permukaan.

Dilansir melalui Daily Mail, Senin 18 Mei 2015, NASA dikabarkan telah bekerja sama dengan Techshot Inc of Greenville yang berbasis di Indiana, Amerika untuk mengembangkan metode ini. Mereka menyebutnya dengan Mars Room, sebuah kondisi yang dibuat mirip dengan planet Mars.

Mars Room bisa menyimulasikan tekanan atmosfer di planet merah untuk memberikan kesan perubahan temperatur siang dan malam hari dan adanya radiasi solar di permukaan. Dalam uji coba, beberapa organisme bisa memproduksi oksigen dari tanah Mars (regolith), kemudian memindahkan nitrogen dari wadahnya.

“Ini merupakan cara yang memungkinkan untuk mendukung misi manusia ke Mars, memproduksi oksigen tanpa harus mengirim tabung gas yang berat,” ujar ilmuwan Techshot, Eugene Boland.

“Bayangkan, berapa banyak tabung gas yang harus dibawa untuk bisa memenuhi kebutuhan oksigen di Mars? Belum lagi akan memakan tempat penyimpanan di roket. Maka dari itu, kami kirim saja mikroba dan biarkan mereka bekerja untuk kita,” tuturnya.

Dikatakan Boland, penelitian ini merupakan bagian dari program inisiatif NASA yang bernama Nasa Innovative Advanced Concepts (NIAC). Oksigen tersebut tidak hanya bisa digunakan, tapi juga bisa disimpan untuk kepentingan sewaktu-waktu.

Jika metode ini sudah yakin akan berhasil, ilmuwan akan melanjutkannya dengan uji coba. Kemungkinan, peluncuran roket pada 2020 akan dilakukan untuk membawa perangkat yang berisi organisme Bumi di dalamnya.

Perangkat itu akan dikubur dengan kedalaman beberapa inci di lokasi-lokasi tertentu agar bisa terlihat seberapa sukses uji coba produksi oksigen tersebut.

Jika oksigen terproduksi, sensor di dalam perangkat itu akan bisa mendeteksi berapa banyak oksigen yang dihasilkan. Data ini kemudian akan dilaporkan ke satelit di orbit Mars.

Ilmuwan memastikan jika perangkat itu akan ditutup dengan ketat. Hal ini untuk mencegah organisme mendapatkan paparan, atau terkontaminasi permukaan Mars.

Viva News