434 Imigran Bangladesh dan Myanmar Terdampar di Aceh

Pengungsi asal Sri Lanka di perairan Banten (21/10). Mereka ingin mencari perlindungan ke Australia.(Beawiharta / Reuters)

Lhokseumawe – Serombongan imigran asal Bangladesh dan Myanmar kembali masuk wilayah Aceh. Kapal mereka ditemukan nelayan dalam keadaan terapung-apung di lautan.

Wakil Kepala (Waka) Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur, Kompol Aji Purwanto menyatakan, para imigran itu tiba pada, Rabu (20/5/2015) pagi. Mereka kemudian ditempatkan di meunasah atau masjid di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Setelah dilakukan pendataan, kata Aji, keseluruhan imigran tersebut berjumlah 433 orang. Masing-masing 293 laki-laki dewasa, 68 perempuan dewasa, serta 72 orang anak-anak.

“Untuk sementara para imigran tersebut ditempatkan di meunasah,” kata Aji yang dihubungi dari Lhokseumawe.

Disebutkan Aji, sebagian pengungsi itu diketahui sakit. Beberapa di antaranya sudah dirawat di Puskesmas Julok. Saat bersamaan, pendataan awal dilakukan terhadap para imigran itu.

Gelombang imigran asal Myanmar dan Bangladesh kembali memasuki wilayah Indonesia sepekan terakhir. Lebih dari 1.500 imigran mendarat di Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Utara di Aceh, serta Kabupaten Langkat di Sumatera Utara.

Detik.com

Tinggalkan komentar