S-500 Game Changer Sistem Pertahanan Udara Rusia Dapatkan Pesanan

Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak dengan Almaz-Antey untuk pengiriman batch pertama sistem pertahanan udara S-500 Prometey, ujar sumber di kompleks industri militer Rusia kepada TASS, 29 Juli 2021.

“Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak dengan VKO Almaz-Antey untuk pengiriman lebih dari 10 sistem Prometey ke pasukan Aerospace. Pengiriman serial akan dimulai pada paruh pertama tahun 2022,” kata sumber tersebut.

Sumber itu juga mengungkapkan bahwa “uji coba negara S-500 saat ini sedang berlangsung di tempat uji coba di Rusia Selatan.” Uji coba diharapkan selesai pada akhir 2021.

Menurut sumber, varian saat ini berbasis darat. “Jika perlu, bisa menjadi varian untuk angkatan laut (naval),” tambahnya.

Rusia uji penembakan sistem Rudal S-500. (@Russia MoD)

Perkembangan S-500

Pengembangan pertama S-500 dimulai pada 2009, dengan prototipe pertama selesai pada 2012. Sejak itu sistem Rudal ini terus dikembangkan Rusia.

S-500 bukan hanya sistem pertahanan udara dan Rudal, tetapi juga senjata pertahanan antariksa yang secara fundamental akan mengubah kemampuan pertahanan udara Rusia, kata Kol. (Purn) Sergei Khatylev, mantan kepala pasukan anti-aircraft missile forces dari komando pasukan khusus Angkatan Udara Rusia, kepada Sputniknews.com, 12-4-2020.

“Sistem ini mampu menyelesaikan beberapa tugas, misalnya, mendeteksi dan penghancuran target aerodinamis konvensional, pesawat terbang, Helikopter, Rudal jelajah, apa pun yang terbang dengan kecepatan hingga hipersonik.

Selain itu, S-500 dapat menembak jatuh target Balistik, dan tidak hanya selama penerbangannya ke bawah orbit (downward), tetapi di seluruh tahapan penerbangan Rudal tersebut. Dan di sini kecepatannya sudah kosmik, beberapa km per detik,” kata Khatylev, kepada surat kabar Moskovskiy Komsomolets.

Dengan kemampuannya untuk melenyapkan target pada jarak hingga 600 km dan ketinggian hampir 200 km, S-500 dapat secara efektif bertahan melawan target dekat ruang angkasa. Dengan kata lain, “ini adalah senjata antariksa,” Khatylev menekankan.

*Foto: Sistem pertahanan udara S-500. (@ Mil.ru)

“Sistem S-500 menampilkan pendekatan partisi di mana satu pelacak bekerja pada target yang terbang pada ketinggian maksimum, sementara yang lain digunakan untuk target yang terbang dekat tanah, pada ketinggian hingga 30 km,” jelasnya.

“Dengan munculnya kompleks seperti S-500, kita dapat berbicara tentang pertahanan anti-Rudal di seluruh wilayah. Kemudian, ketika produksi sistem ini ditingkatkan dan ditingkatkan, kita akan berbicara tentang membuat basis dasar pertahanan kedirgantaraan seluruh Federasi Rusia, “kata Khatylev.

Pencegat S-500 akan memiliki waktu respons sekitar 3 hingga 4 detik, yang jauh lebih pendek daripada S-400 yang diberi peringkat pada 9 hingga 10 detik. Ia juga memiliki jangkauan radar yang lebih luas dibandingkan dengan S-400.

Kehadiran S-500 bisa dikatakan menjadi Game Changer yang mengubah sistem pertahanan udara Rusia. Dengan kemampuannya untuk menembak target pada jarak hingga 600 km dan ketinggian hampir 200 km, S-500 dapat secara efektif bertahan melawan target di dekat ruang angkasa, ungkap DFNC.ru.

*Foto: Sistem pertahanan udara S-400 Rusia. (@Russia MoD)