Presiden : Indonesia Timur Kaya, tapi Tak Dibangun

Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Pasar dan Terminal Pharaa, Sentani, Jayapura, Papua, Sabtu (9/5/2015) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta – Wilayah Indonesia Timur diketahui memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan menarik dijadikan objek investasi. Presiden Joko Widodo menyesalkan selama ini fokus pembangunan infrastruktur tidak pernah mengarah ke Timur, menghambat investasi masuk ke wilayah tersebut.

“Kalau bicara perdagangan dan investasi bagian Timur, kita lihat di lapangan sebetulnya potensi dan kekuatan yang bisa kita angkat sangat besar. Tetapi pendukung untuk melakukan itu perlu dikerjakan, yaitu infrastruktur, tidak ada yang lain,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja dan Forum Investment Trade untuk Indonesia Timur yang berlangsung di Jakarta, Senin (25/5).

Jokowi mencontohkan ketika dirinya melakukan kunjungan kerja ke sebuah desa kecil di Papua, ia menemukan lahan menganggur siap garap seluas 4,6 juta hektar, namun baru dioptimalkan seluas 1,2 juta hektar untuk ditanami padi dan jagung dengan potensi produksi mencapai 8 ton padi setiap satu kali masa panen.

Jika didukung dengan pembangunan infrastruktur yang baik, Jokowi yakin pemanfaatan tanah tersebut bisa meningkat dan produksi pangan nasional bisa tercapai.

“Artinya, kalau serius dikerjakan di Merauke, ini bukan hanya rampung tapi akan berlimpah panen. Di sekitar Merauke ada 4 kabupaten yang sama, tanah datar, subur, kanan kiri ada sungai besar yang bisa dikerjakan pada kegiatan yang sama, Kenapa bertahun-tahun enggak dikerjakan?” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah akan fokus menggarap kebutuhan proyek-proyek infrastruktur dasar yang dinilai sangat besar dalam menggenjot roda perekonomian. Pembangunan jalan, pelabuhan dan irigasi dinilai merupakan kunci yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Ia pun mempersilakan investor baik swasta maupun pemerintah untuk bekerjasama menggarap proyek infrastruktur di wilayah Timur tersebut.

“Investasi silahkan masuk tapi jangan semua, 70 persen dipegang BUMN, 30 persen swasta. Itu juga sudah lumayan. Melalui konsorsium juga belum tentu bisa dikerjakan langsung,” kata Jokowi.

CNN Indonesia