AS Siapkan Kompi Kavaleri Kendaraan Tempur Berawak & Tak Berawak

Baru-baru ini, Textron Systems dan Perusahaan Howe & Howe mengirimkan kendaraan RIPSAW M5 keempat kepada Angkatan Darat AS untuk mendukung program Robotic Combat Vehicle (RCV) / Kendaraan Tempur Robot Medium.

Dengan integrasi teknik dan sistem yang inovatif, kendaraan ini menawarkan daya tahan dan kemampuan revolusioner yang belum pernah ada sebelumnya.

Mesin hybridnya memungkinkan manuver yang tenang dan peningkatan keandalan.

Tentara AS akan memulai integrasi dan pengujian teknologi pengontrol robot sebagai persiapan untuk Percobaan Operasional Prajurit di 2022, ungkap Textronsystems.com, 2 Juni 2021.

Prototipe Kendaraan Tempur Robot (RCV Medium) Ripsaw M5. (@Textron Systems)

Kendaraan Tempur Robot (RCV)

Angkatan Darat AS telah menerima pengiriman delapan prototipe Kendaraan Tempur Robot (RCV) yang akan digunakan dalam rangkaian pembelajaran tentara terhadap kemajuan teknologi di Angkatan Darat.

Prototipe RCV (Medium) keempat dan terakhir (RIPSAW M5), telah dikirim ke Pusat Sistem Kendaraan Darat (GVSC) Komando Pengembangan Kemampuan Tempur Angkatan Darat AS (DEVCOM), yang di Detroit Arsenal, Michigan, pada 13 Mei 2021.

GVSC sebelumnya menerima pengiriman 4 prototipe RCV (Ringan) pada Desember 2020.

“Prototipe ini sengaja dibuat dengan memanfaatkan apa yang telah kami pelajari hingga saat ini dengan RCV. Hail ini memberi kami kesempatan untuk lebih mendorong Kampanye Pembelajaran RCV”, ujar Mayor Jenderal Ross Coffman, Direktur Tim Lintas Fungsi Kendaraan Tempur Next Generation.

Prototipe akan digunakan oleh Prajurit dalam eksperimen operasional untuk mengembangkan taktik, teknik, dan prosedur yang akan digunakan oleh Tim Tempur Brigade, untuk menciotakan tingkat daya gempur baru melalui penggabungan Tim Berawak dan Tanpa Awak (MUM- T),” tambah Mayor Jenderal Ross Coffman, dirilis Media Kementerian Pertahanan AS, Dvidshub.net, 5-6-2021.

Semua varian Kendaraan Tempur Robot (RCV) bersifat terus dikembangkan dan dapat dilengkapi dengan berbagai muatan modul:  kit deteksi Kimia, Biologi, Radiologi dan Nuklir, modul pengaburan asap, peperangan elektronik, dan berbagai sistem senjata.

Prototipe Kendaraan Tempur Robot (RCV) AS. (@Textron Systems)

Varian Ringan dari RCV yang di bawah 10 ton, kemungkinan dapat mendukung misi terkait pengintaian. RCV Medium, di bawah 15 ton, dapat mendukung peningkatan tembakan langsung.

Sementara Kendaraan Tempur Robot (RCV) kelas berat berbobot 20-25 ton, bisa mendatangkan daya gempur yang besar dan menentukan ke unit yang ditugaskan.

Dengan adanya RCV yang sekarang dimiliki oleh pemerintah, pekerjaan telah dimulai untuk mengintegrasikan otonomi pada sistem, untuk memasangkannya dengan kendaraan kendali berawak. Integrasi itu terus diuji untuk mempersiapkan kendaraan dalam event Soldier Operational Experiment (SOE) di musim panas 2022.

“Kami senang dengan pengiriman prototipe RCV (M) final,” kata Direktur GVSC Mike Cadieux.

“Pekerjaan yang kami lakukan secara kolaboratif dengan vendor, dengan industri, untuk mengintegrasikan perangkat lunak otonom yang dimiliki dan dikelola Pemerintah kami ke platform militer, merupakan model yang ideal untuk memberikan kepercayaan kepada kolega dan pada akhirnya kepada Prajurit, bahwa kendaraan sedang dikembangkan dengan cara yang benar”, ujar Mike Cadieux.

Musim panas ini baik kendaraan RCV (ringan) dan RCV (Medium) akan menjalani pengujian secara individual, operasi bersama, dan akhirnya dikombinasikan dengan testbed kemampuan kendaraan darat, Mission Enabling Technologies Demonstrator (MET-D) yang berfungsi sebagai kontrol dari Kendaraan Tempur Robot (RCV) selama pengujian berlangsung.

Prototipe Kendaraan Tempur Robot (RCV) AS. (@Textron Systems

MET-D adalah alat pengembangan teknologi yang membantu Angkatan Darat untuk mengevaluasi teknologi yang muncul dalam lingkungan taktis yang relevan dan memutuskan apakah teknologi baru tersebut layak untuk diintegrasikan pada platform tempur baru atau lama.

Selain prototipe RCV (Ringan) dan RCV (Medium), Angkatan Darat akan menggunakan empat Kendaraan Angkut Personel M-113 yang dilengkapi muatan khusus, untuk berfungsi sebagai RCV (surrogate / Pengganti), untuk membentuk RCV (Besar) Next Generation dengan simulasi sistem senjata kaliber yang lebih besar.

RCV surrogate ini (APC M-113 muatan khusus),akan berpasangan dengan RCV (Medium) dan RCV (Ringan) untuk membuat Kompi Tak Berawak dan Berawak (MUM-T) Pertama, di dalam Angkatan Darat AS, pada uji coba di Soldier Operational Experiment (SOE), musim panas mendatang.

Selama percobaan itu, Prajurit dari Divisi Kavaleri Pertama akan menugaskan Kompi MUM-T untuk misi ofensif dan defensif melawan kekuatan musuh yang hampir setara dan melakukan latihan tembakan langsung sebagai acara puncak.

“Membawa kendaraan robot ini ke lapangan dan mendapatkan umpan balik dari Prajurit di waktu nyata, saat mereka beroperasi secara bersamaan, dengan semua kemampuan pendukung yang diperlukan untuk sukses: adalah hal yang sangat dinanti-nantikan oleh Insinyur kami,” kata Cadieux.

Prototipe Kendaraan Tempur Robot (RCV) AS. (@Textron Systems)

Brigadir Jenderal Glenn Dean, Program Executive Officer, Ground Combat Systems, AS, menyoroti pentingnya mengumpulkan masukan dari Prajurit, tidak hanya untuk mengembangkan prosedur penggunaan RCV, tetapi untuk lebih menyempurnakan persyaratan dimasa depan untuk sistem itu sendiri.

“Memanfaatkan masukan dari Prajurit melalui prototipe ini, saat insinyur dan industri berada di luar bersama Prajurit, akan memungkinkan kami untuk terus bergerak menuju kendaraan produksi. Kami memiliki semua masukan yang dibangun ke dalam sistem dari bawah ke atas,” ujar Brigjen Glenn Dean, Program Executive Officer, Ground Combat Systems, AS.

“Kami belajar banyak dengan cara mendengarkan Prajurit selama Soldier Operational Experiment (SOE) Tahap I pada musim panas 2020 di Fort Carson, dengan menggunakan sistem “surrogate” (pengganti).

Prototipe Kendaraan Tempur Darat Tak Berawak RCV Ringan. (@Qinetiq.com)

Penggunaan prototipe eksperimental yang dibuat khusus di SOE Tahap II akan meningkatkan pembelajaran kami secara eksponensial.”

Setelah menyelesaikan SOE Tahap II, tim Angkatan Darat akan melakukan penyempurnaan lebih lanjut pada prototipe (RCV Ringan dan Medium, serta RCV Berat (M-113 -muatan khusus- sebagai kendaraan pengganti, yang kemudian memulai siklus Tahap III yang mencakup SOE di Tahun Fiskal 2026.

Keputusan tentang akuisisi oleh Angkatan Darat dan penempatan RCV ini,akan dibuat setelah Tahap III.

*Foto: Robotic Combat Vehicle (Medium) (@U.S. Army NGCV CFT).