Panser Badak Pindad Muncul dengan Tampilan Terbaru

Panser Badak Pindad muncul dengan tampilan terbaru saat Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose menerima kunjungan Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpussenkav) Kodiklatad, Mayjen TNI Sulaiman Agusto di Auditorium Pindad, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 10 Agustus 2021.

Dalam kunjungan ini, Danpussenkav Kodiklatad didampingi: Wadanpussenkav, Brigjen TNI Bambang Supardi, Ir Pussenkav Brigjen TNI Yotanabe, Dirum Pussenkav, Brigjen TNI Hendrichus Joko, Dirsen Pussenkav, Brigjen TNI Tatang Budiman beserta jajaran lainnya.

Tujuan kunjungan ini dalam rangka peninjauan fasilitas produksi PT Pindad beserta perkembangan produksi, terutama produk kendaraan khusus untuk mendukung Pussenkav.

Panser badak pindad tampilan terbaru
Fighting Support Vehicle Panser Badak 6×6 Canon 90mm. (@PT Pindad)

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Direktur Bisnis Produk Hankam, Wijil Jadmiko Budi, Direktur Teknologi dan Pengembangan, Ade Bagdja, Direktur Bisnis Produk Industrial, Suharyono.

Abraham Mose menyambut hangat dan menyampaikan apresiasi kunjungan Danpussenkav beserta jajaran dan berharap masukan untuk peningkatan produk Pindad.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami atas kunjungan Danpussenkav beserta jajaran sebagai pengguna utama produk Pindad terutama Kendaraan Khusus, produk senjata dan munisi. Pada hari ini kami akan memperlihatkan fasilitas produksi, proses produksi lalu hasilnya seperti apa, dan tentunya kita perlu masukan serta arahan mengenai apa saja yang perlu kami tingkatkan agar kami dapat mendukung TNI terutama Pussenkav.” ujar Abraham dalam sambutannya, dirilis situs PT Pindad.

Danpussenkav Kodiklatad Mayjen TNI Sulaiman Agusto menyampaikan ucapan terima kasih dan menyampaikan bahwa TNI mendukung untuk memajukan industri pertahanan sehingga tidak memiliki ketergantungan impor dan produk luar negeri.

panser badak dan medium tank pindad
Kunjungan Danpussenkav Kodiklatad, Mayjen TNI Sulaiman Agusto ke PT Pindad, Bandung, 10 Agustus 2021. (@PT Pindad)

“Kita kan mampu, kalau bisa di Indonesia dan dilaksanakan di Pindad, kenapa tidak. TNI termasuk Angkatan Darat mendukung industri pertahanan dalam negeri supaya kita tidak tergantung dengan negara lain dan perlu untuk alat-alat pertahanan diproduksi sendiri. Oleh karena itu kolaborasi ini betul betul kita memberikan masukan pada Pindad, sehingga hasilnya dapat kita manfaatkan dengan kualitas dan waktu pakai yang maksimal.” ujar Mayjen TNI Sulaiman Agusto.

Rombongan kemudian melaksanakan kunjungan fasilitas produksi ke Divisi Kendaraan Khusus dan Divisi Senjata.

Danpussenkav Kodiklatad beserta jajaran berkesempatan meninjau berbagai kendaraan tempur (ranpur), lalu menyaksikan parade defile kendaraan khusus dan mencoba mengendarai secara langsung kendaraan-kendaraan khusus PT Pindad (Persero).

Sebelum menutup lawatannya, Danpussenkav beserta rombongan mengunjungi display produk senjata serta mencoba menembak menggunakan senjata unggulan produksi Pindad.

Panser Badak Pindad

Dalam kunjungan rombongan Danpussenkav Kodiklatad ini, PT Pindad menampilkan Panser Badak dengan tampilan yang terbaru.

Armor dari Fighting Support Vehicle (FSV) Badak ini terlihat lebih stylist dan modern, dibandingkan penampilan sebelumnya.

Tampilan baru panser Badak, sebelumnya juga muncul dalam kunjungan Wakil Menteri BUMN 1, Budi Gunadi Sadikin ke PT Pindad di Bandung, pada 26 Oktober 2020.

panser badak pt pindad
Kunjungan Wakil Menteri BUMN 1, Budi Gunadi Sadikin ke PT Pindad, Bandung, 26 Oktober 2020. (PT Pindad)

Panser Badak dengan tampilan baru juga muncul saat kunjungan Koharmatau, Marsekal Muda TNI Tri Suryono beserta jajarannya ke PT Pindad pada, 21 April 2021.

panser badak pindad 6x6 1
Kunjungan Koharmatau, Marsekal Muda TNI Tri Suryono beserta jajarannya ke PT Pindad pada, 21 April 2021. (@PT Pindad)
Panser badak pt pindad 2
Kunjungan Koharmatau, Marsekal Muda TNI Tri Suryono beserta jajarannya ke PT Pindad pada, 21 April 2021. (@PT Pindad)

Panser Badak 6×6 dengan Kanon 90 mm adalah varian dari keluarga Ranpur 6×6 PT Pindad yang dibuat berdasarkan kebutuhan TNI khususnya satuan kavaleri.

panser badak pindad revo
Tampilan Panser Badak saat uji tembak 10 hingga 12 Desember 2015, di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif), Cipatat, Kabupaten Bandung (@Pindad)

Kendaraan ini dilengkapi dengan two-man turret kaliber 90 mm serta senapan mesin kaliber 7,62 mm untuk daya gempur maksimal dan dioperasikan oleh 3 personel.

panser badak pindad tahun 2015
Tampilan Panser Badak saat uji tembak 10 hingga 12 Desember 2015, di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif), Cipatat, Kabupaten Bandung (@Pindad)

Mesin diesel 340 HP yang dilengkapi dengan Turbo Charger Intercooler mampu membawa kendaraan ini pada top speed 80 km/h dengan daya jelajah sejauh 600 kilometer.

Leave a Comment