Latihan Jalak Sakti TNI AU 2015

Oerlikon Skyshield

Komandan Korps Pasukan Khas (Dankorpaskhas) TNI AU Marsekal Muda Adrian Wattimena mengatakan bahwa latihan Jalak Sakti TNI Angkatan Udara 2015 akan melakukan uji coba senjata PSU Oerlikon Skyshield di Pulau Belitung pada Kamis (4/6). Menurut Adrian Wattimena, keunggulan senjata Oerlikon musuh tak bisa lolos dari penangkapan radarnya.

“Senjata Oerlikon cuma dua negara yang punya yaitu Qatar dan Indonesia,” kata Wattimena di Lanud HAS Hanajudin, Belitung, Rabu (3/6).

Dia menjelaskan, sasaran senjata Oerlikon mengunakan drone jet dengan kecepatan 250 km per jam. Namun, pihaknya hanya menggunakan satu Oerlikon dalam latihan Jalak Sakti lantaran biaya yang mahal sekitar Rp 1 miliar.

“Oerlikon satu sekitar satu miliar, kalau dibawa semua habis duit banyak. Oerlikon itu pecahanya sampai 25 keping. Kemarin juga uji coba di Malang hasilnya bagus, memuaskan,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan, sekitar 180 personil Paskhas yang mengikuti latihan Jalak Sakti ini. Mereka juga akan diterjunkan dari udara dengan ketinggian sekitar 2000 kaki.

“Pasukan elit ini sudah terlatih melalui udara, laut, dan darat. Mereka juga diterjunkan tanpa bantuan apapun hanya dengan peralatan adanya saja,” tutupnya.

Serangan Udara
Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto mengatakan latihan Jalak Sakti TNI Angkatan Udara 2015 akan mempamerkan manuver udara pesawat F-16 dan Hawk dengan membawa roket. Selain itu, pesawat F-16 dan Hawk juga membawa bom untuk melakukan serangan darat.

“Alutsista yang digunakan latihan ada tiga belas, tiga F-16, lima Hawk dari Lanud Pontianak dan lima Hawk dari Pekanbaru yang sekarang di Palembang. Pesawat Hercules ada enam, kalau pesawat CN-235 juga dilakukan untuk operasi susulan,” kata pria yang akrab disapa Dwi di Lanud HAS Hanajudin, Belitung, Rabu (3/6).

“Kalau bom MH-82 masing-masing ada di pesawat F-16 membawa empat bom, dan Hawk masing-masing membawa dua,” sambungnya.

Sebelumnya, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I (Pangkoopsau I) Marsekal Muda TNI A Dwi Putranto membuka Latihan Antar Satuan Jalak Sakti 2015 pada Senin (25/5) kemarin. Menurut A Dwi Putranto, latihan ini dilaksanakan di Makoopsau I Jakarta dan Lanud H. AS. Hananjoeddin Tanjung Pandan.

Tak hanya itu, latihan ini diikuti satuan jajaran Koopsau I seperti Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Atang Sendjaja, Lanud Roesmin Nurjadin, Lanud Supadio dan Wing I Paskhas Jakarta. Latihan ini Satuan Jalak Sakti 2015 meliputi Gladi Posko dan Tactical Air Manuvering Game (TAMG), serta Manuver Lapangan di Tanjung Pandan dari tanggal 1 hingga 4 Juni 2015.

“Tadi pagi di Lanud Tanjung Pandan melakukan infiltrasi yang dilakukan pasukan paskhas ke daerah sasaran untuk mengumpulkan informasi musuh yang ada disana. Kemudian setelah ada informasi yang pasti nanti malam penerjunan Dansurpur hawk mereka akan observasi selama dua hari ke daerah musuh yang menjadi sasaran kami. Lalu selanjutnya mereka akan laporkan hasilnya kepada Pangkoopsau I di posko,” kata A Dwi Putranto usai silaturahmi wartawan di Makoopsau I, Jakarta, Senin (1/6).

Menurut dia, latihan ini bertujuan untuk meningkatkan dan menguji kemampuan Kotama TNI AU dalam merencanakan dan mengendalikan mekanisme kegiatan operasi udara secara tepat. Selain itu juga dalam rangka menghadapi kemungkinan kontijensi yang diperkirakan terjadi.

“Kami anggap Pulau Belitung diasumsikan Pulau Natuna. Setelah menghancurkan musuh pasukan paskhas menyerbu pangkalan. Kami juga melibatkan alutsista seperti pesawat CN 295, flat hawk di pontianak , f-16 di Pekanbaru digeser ke lanud Halim dan pesawat hercules,” ujarnya.

Dalam latihan Jalak Sakti di lapangan Air Weapon Range (AWR) Buding, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (4/6) ratusan Korpaskhas menyerang sasaran daerah yang dianggap dikuasai oleh musuh.

Ratusan Korpaskhas diterjunkan oleh enam pesawat Hercules dengan ketinggian 2.000 kaki. Mereka juga membawa senjata SS-1 buatan PT Pindad.

Sebelum itu, pesawat F-16 dan Hawk melakukan serangan bom mk-82 dengan sasaran rumah gubuk di tengah lapangan Air Weapon Range (AWR) Buding. Secara cepat bom itu telah membombardir sasaran itu.

Sementara getaran tersebut terasa hingga satu kilometer. Bahkan para warga Belitung merasa merinding dengan suara letusan bom tersebut. Bom pun terus diluncurkan empat kali dengan jeda beberapa waktu.

“Suaranya bikin kaget nih sampai kencang sekali getarannya,” kata Erna salah satu warga yang melihat dari kejauhan.

Sementara pasukan Korpaskhas berhasil melumpuhkan musuh dengan menembak secara merayap.

Petembak QW-3
Prajurit Kepala (Praka) TNI AU Ardi Kuncoro mengaku senang mengikuti latihan Jalak Sakti TNI Angkatan Udara 2015 di lapangan Air Weapon Range (AWR) Budding, Belitung, Kamis (4/6). Dalam latihan Jalak Sakti ini, Ardi penembak rudal panggul QW-III untuk menghancurkan pesawat drone S-70 Wings 09-14 yang dianggap musuh sedang melintasi udara.

“Kita harus sekolah tiga bulan baru bisa menembak rudal. Kita juga punya simulator,” ujar Ardi usai latihan Jalak Sakti di lapangan Air Weapon Range (AWR) Budding, Belitung, Kamis (4/6).

Dia menjelaskan cara membidik sasaran harus memperhatikan lampu kecil yang terletak di depan rudal. Jika lampu sudah menyala berwarna hijau, maka bidikan sasaran sudah mengunci musuh.

“Kalau lampu sudah hijau, kemudian kita tembakan rudal ke arah sasaran dengan melihat bidikan,” ujarnya.

Meski rudal panggul QW-III memiliki bobot 17 kilogram, alhasil dia merasa tak merasa memanggul beban di pundaknya. Menurut dia, rudal itu untuk menghadapi sasaran pesawat tempur berkecepatan tinggi dengan ketinggian maksimal 8 kilometer.

“Rudal bagus karena efektif untuk menghancurkan musuh di udara,” ucapnya.

Sebelumnya, latihan Jalak Sakti TNI Angkatan Udara 2015 memamerkan senjata rudal pengendali QW-III dengan sasaran pesawat drone S-70 Wings 09-14 yang mempunyai kecepatan 300 kilometer per jam. Pesawat drone S-70 W09-14 diterbangkan dengan remote kontrol.

Namun, sebelum rudal mencapai sasaran target. Pesawat drone yang memiliki mesin 350 cc harus tertangkap oleh radar untuk mengkoneksikan agar bidikan rudal tepat sasaran.

Pantauan merdeka.com, Kamis (4/6) di Lapangan AWR, Belitung, pesawat drone melaju cepat di atas ketinggian sekitar 5.000 kaki. Kemudian rudal QW-III menghancurkan pesawat drone dengan sekali tembakan.

Keberhasilan penembak rudal disambut gemuruh tepuk tangan pengunjung yang menghadiri latihan Jalak Sakti di Lapangan AWR Budding, Belitung. Ahmad salah satu warga yang mengunjungi latihan Jalak Sakti merasa senang bisa melihat langsung aksi-aksi TNI AU dengan alutsistanya.

“Ternyata senjata TNI tak kalah saing dengan negara yang sekali tembak langsung hancur pesawatnya,” cetusnya di lokasi.

Seperti diketahui, rudal QW-III dan pesawat drone S-70 Wings 09-14 merupakan buatan China. Rudal merupakan senjata andalan yang dimiliki oleh pasukan Korpaskhas.

Merdeka.com