Vietnam Luncurkan Korvet Tarantul Class

Hanoi – Militer Vietnam menerima dua kapal rudal baru yang dibuat secara lokal berdasarkan kapal Rusia, sebagai langkah terbaru dari militer untuk memperkuat pertahanan maritim di tengah ketegangan kedaulatan di Laut Cina Selatan.

Kedua korvet Tarantul class, yang dikenal sebagai Molniyas, dilengkapi dengan 16 rudal dan senjata otomatis. Militer Vietnam memesan 6 kapal dan dua di antaranya diserahkan tahun lalu. Rudal kapal ini memiliki jangkauan 130 kilometer.

Pengumuman ini dilakukan di situs berita pemerintah Vietnam dan terjadi di tengah gemuruh diplomatik atas tanah reklamasi yang dilakukan China yang menimbulkan perseteruan dengan Amerika Serikat. Menurut AS, China menempatkan sistem artileri di wilayah yang disengketakan.

Kemampuan pertahanan angkatan laut Vietnam telah ditopang oleh hardware Rusia, termasuk state-of-the-art kapal selam kilo-class baru yang dilengkapi dengan rudal serangan darat. Rudal ini mampu melakukan serangan presisi dalam jangkauan 300 km.

Banyak ahli melihat penguatan pertahanan Vietnam dan hubungan diplomatik dengan Jepang, Filipina dan Amerika Serikat akhir-akhir ini, sebagai tanda-tanda tekad untuk melawan tumbuhnya ketegasan China di Laut China Selatan, setelah kedu negara bertengkar pada tahun lalu.

Wakil Menteri Pertahanan Truong Quang Khanh mengatakan kapal baru ini, menunjukkan Vietnam bisa “sepenuhnya menguasai teknologi dan teknik pembuatan kapal militer modern” dan akan meningkatkan kekuatan tempur dan membantu melindungi kedaulatan maritim negara.

Dikatakan kapal ini bisa mengambil peran sebagai :kapal perang, kapal amfibi dan korvet, melindungi kapal selam dan melaksanakan pengawalan.

China tetap merupakan sekutu ekonomi dan politik yang penting untuk Vietnam, tetapi hubungan mereka menjadi tegang setelah bersaing mengklaim sejumlah pulau di Spratly dan Paracel. China mengatakan memiliki yurisdiksi atas 90 persen Laut Cina Selatan dan hal itu mendatangkan penentangan di kawasan.

Reuters