JK : Tak Ada Aturan Menggilir Jabatan Panglima TNI

Wakil Presiden Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla

Wajo– Jabatan panglima TNI saat ini kembali diperbincangkan karena adanya wacana tak lagi menggilir jabatan tersebut. Menurut JK memang tak ada aturan untuk menggilir jabatan tertinggi di TNI tersebut.

“Memang itu tidak tertulis itu, sebenarnya bukan menghabiskan, tapi ketentuan itu memang tidak tertulis karena ketentuannya hanya seorang bekas kepala staf. Artinya sudah bintang empat. Jadi itu saja,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di sela-sela kunjungannya di Sengkang, Wajo, Sulsel, Sabtu (6/6/2015).

Menurutnya, aturan yang ada bahwa yang akan menjabat haruslah bintang 4. Namun, tak ada aturan harus menggilir jabatan tersebut. Termasuk rencana pengurutan jabatan panglima TNI yang harusnya kini dipegang kesatuan Angkatan Udara.

“Tidak ketentuannya sekarang harus angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut, tidak. Tapi hanya siapa yang mampu,” terangnya.

Meski begitu, JK menilai Jokowi pasti memilih panglima yang memiliki kecakapan.

“Tentu Presiden akan memilih siapa yang mempunyai kemampuan yang hebat. Semua mampu tapi pasti dipilih yang terbaik untuk posisi itu,” pungkasnya.

Aturan tentang pemilihan panglima TNI tertuang dalam UU 34 tahun 2004. Dalam Pasal 13 ayat 4 diatur bahwa panglima dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Detik.com

Sharing

Tinggalkan komentar