International Maritime Security Symposium Perluas Kerja Sama Keamanan Laut

Forum International Maritime Security Symposium (IMSS) merupakan sarana memperluas kerja sama  dalam menjaga stabilitas dan keamanan laut,  ungkap poin sambutan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. dalam pembukaan International Maritime Security Symposium ke-4 Tahun 2021, di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Bumi Cipulir, Jakarta, Senin, 23/8/2021.

Baca Juga:

Putin: Rusia Pemimpin Dunia dalam Penerbangan Tempur

International Maritime Security Symposium Perluas Kerja Sama Keamanan Laut

Kejutan di Latihan Gabungan Maritime Task Force UNIFIL, Mediterania

Kasal dihadapan delegasi negara sahabat menyampaikan bahwa, kawasan Asia Tenggara sebagai titik sentral yang menghubungkan kawasan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, menyebabkan setiap negara memiliki kebijakan yang menekankan pada pengembangan tatanan dan mekanisme kerjasama dalam rangka pengelolaan kepentingan bersama di laut dengan berdasarkan pada saling menguntungkan dan kerjasama dalam rangka membahas mengendalikan potensi konflik, ketidakpercayaan, kecurigaan, serta berbagai bentuk ancaman lainnya.

20210824 154226 e1629794657521
International Maritime Security Symposium Perluas Kerja Sama Keamanan Laut

Menurut Kasal, ancaman keamanan non-tradisional terkait environmental security, food security, economic security, energy security, human security, maritime security, masih menjadi topik utama, yang disebabkan adanya keterkaitan, dan memungkinkan terjadinya overlapping, di samping itu kondisi tersebut diperburuk dengan adanya ancaman keamanan di bidang kesehatan, seperti halnya pandemi Covid-19 saat ini.

”Tantangan bidang maritim di masa depan sangatlah besar, sehingga tidak ada satu negara-pun yang mampu mengatasinya sendiri. Dalam perspektif saya, kerjasama merupakan elemen kunci paling memungkinkan dalam meningkatkan dan mengembangkan kapasitas dan kapabilitas dari tiap bangsa dalam menghadapi permasalahan yang muncul dengan jalan saling melengkapi”, ungkap Kasal, dirilis Dispenal.

Event  Internasional ini dilaksanakan untuk yang keempat kalinya, di mana IMSS pertama dan kedua dilaksanakan di Jakarta pada tahun 2013 dan 2015, sementara IMSS ketiga dilaksanakan di Bali, tahun 2017 lalu.

Baca Juga:

Mengenal Kemampuan Infantry Fighting Vehicle K-17 Bumerang Amfibi

T-90M Proryv, Main Battle Tank Cita Rasa Tank T-14 Armata

Mobil Penghancur Tank & Helikopter (Kornet-EM) Mejeng di ARMY-2021 Expo

Kegiatan dengan Keynote Speech Wakil Menteri Pertahanan RI, M. Herindra mewakili Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto yang disampaikan melalui Video Conference (Vicon) ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi perkembangan trend tantangan ketertiban dan keamanan laut, serta untuk membangun kerangka kerja sama keamanan maritim multilateral yang efektif, sehingga dapat diperoleh suatu konsep upaya mewujudkan ketertiban dan keamanan di laut.

20210824 154241 e1629794619324
International Maritime Security Symposium Perluas Kerja Sama Keamanan Laut

Kasum TNI Letjen TNI Eko Margiyono mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., juga berkesempatan menyampaikan opening speech secara Vicon kepada para peserta simposium.

Pada IMSS 2021 yang merupakan agenda tahunan ini mengusung tema “International Maritime Security Cooperation for Security, Peace and Prosperity,” dan dihadiri 27 Atase Pertahanan (Athan) perwakilan Angkatan Laut dari 37 negara dan sisanya melalui video conference termasuk 22 Kepala Staf Angkatan Laut negara sahabat.

Baca Juga:

Sedikitnya 7 Orang Tewas di Bandara Kabul Saat Mencoba Melarikan Diri

Milisi Kongo Serahkan Diri Kepada Satgas Garuda Batalyon Gerak Cepat

Bergerak Senyap, Pasukan Khusus TNI AL Latihan Rebut Objek Vital

Ke-37 negara tersebut adalah  Australia, Bangladesh, Brazil, Brunei, Kamboja, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Iran, Italia, Jepang, Laos, Malaysia, Meksiko, Mozambique, Myanmar, Belanda, Selandia Baru, Pakistan, Peru, Filipina, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Sri Lanka, Swedia, Thailand, Timor Leste, Turkey, Uni Emirat Arab, United Kingdom, Amerika Serikat dan Vietnam.

Simposium selama 2 hari ini akan dibagi dalam 6 sesi dengan topik Biological Defense, Maritime Challenge and Oppoturnity; Humanitarian Assistence  and Disasters Relief; Building  Asian Sail Training Organization and Asian Tallship Regatta Program; Military and Intelligence Activities in EEZ, Rule and Exercise; Building Maritime Security Information Exchange dan Maritime Unmanned or Autonomous Vehicles Operation, Law of the Sea Perspective.

Leave a Comment