Putin Ajak Raja Abdullah Yordania Bertukar Pandangan Soal Suriah dan Afghanistan

Presiden Rusia Vladimir Putin mengajak Raja Abdullah II dari Yordania yang tengah berkunjung untuk bertukar pandangan tentang situasi di Suriah dan Afghanistan.

Dikutip dari Tass, Senin, 23 Agustus 2021, Putin mengatakan saat ini kedua negara membutuhkan pertukaran pandangan tentang normalisasi.

“Tentu saja, kami berharap untuk pertukaran pandangan tentang hal-hal yang paling mendesak. Mereka adalah normalisasi situasi di Suriah dan eskalasi saat ini di Afghanistan,” kata Putin.

Baca Juga:

Putin: Rusia Pemimpin Dunia dalam Penerbangan Tempur

Turki Tandatangani Kesepakatan Baru Pengiriman Sistem Rudal Anti-Pesawat S-400

Trump Kritik Biden Soal Afghanistan, Sebut Penghinaan Kebijakan Luar Negeri

Putin juga menambahkan bahwa topik ini telah ada dalam agenda hubungan Rusia-Yordania selama bertahun-tahun.

Putin
File:Abdullah II of Jordan & Vladimir Putin in Moscow, 25 August 2015.jpg From Wikimedia Commons, the free media repository.

Putin menekankan bahwa terlepas dari pandemi virus corona, hubungan antara Rusia dan Yordania berkembang di semua bidang, termasuk hubungan perdagangan dan ekonomi serta dialog politik.

Dia mencatat bahwa komisi antar pemerintah, yang diketuai oleh Menteri Pertanian Rusia Dmitry Patrushev, bekerja secara aktif. “Kami juga bekerja bersama untuk memerangi pandemi dan mengatasi dampaknya,” katanya.

Presiden Rusia dan Raja Yordania berjalan di sekitar Taman Patriot di luar Moskow memamerkan perangkat keras militer. Presiden Rusia menjelaskan bahwa senjata ini dipasok ke tentara Rusia dan diekspor.

Baca Juga:

Mengenal Kemampuan Infantry Fighting Vehicle K-17 Bumerang Amfibi

T-90M Proryv, Main Battle Tank Cita Rasa Tank T-14 Armata

Mobil Penghancur Tank & Helikopter (Kornet-EM) Mejeng di ARMY-2021 Expo

Dalam kata-katanya, kontak langsung dengan rekan-rekan dari angkatan bersenjata negara asing membantu membangun kepercayaan. “Mungkin yang lebih penting adalah memamerkan senjata, padahal penting juga untuk memperkuat stabilitas,” tegasnya.

Delegasi Rusia untuk pembicaraan itu termasuk Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, Menteri Pertanian Dmitry Patrushev, dan ajudan presiden Yuri Ushakov.

Leave a Comment