Latihan: KRI Teluk Bintuni 520 dan Teluk Banten 516 Lolos Lewati Ranjau

Dua Kapal Perang TNI AL, yaitu KRI Teluk Bintuni 520 dan KRI Teluk Banten 516 berhasil lolos dari ancaman ranjau yang disebar oleh pasukan musuh di Perairan Pontianak, Rabu 25 Agustus 2021. Aksi tersebut merupakan latihan operasi pendaratan (Latopsratmin) 2021.

Dalam sesi latihan operasi pendaratan (Latopsratmin) 2021 itu, KRI Teluk Bintuni 520 dan KRI Teluk Banten 516 yakni kapal perang TNI AL dari unsur Komando Lintas Laut Milter (Kolinlamil) dan Koarmada II lolos dari ranjau itu saat lintas laut menuju daerah operasi pendaratan di Lampung.

Baca Juga:

Sertijab Komandan KRI JOL-358 dan KRI Usman Harun-359

Kapal Patroli Cepat KRI Layang dan KRI Kakap, Latihan Bersama

KRI Fatahillah dan KRI Badik Latihan di Laut Sulawesi

Dua kapal perang yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) tersebut berhasil keluar dari pelabuhan dengan selamat dan langsung melancarkan operasi di perairan terbuka setelah melakukan Mine Field Transit (MFT).

MFT adalah suatu prosedur melewati medan ranjau atau proses penuntunan melewati alur terobos pada medan ranjau demi keamanan dan keselamatan personel dan kapal itu sendiri.

Latihan diawali dengan Communication Check dimana Komandan KRI Teluk Bintuni 520 sebagai Officer Conducting Serial (OCS) yang akan mengendalikan semua jaring komunikasi radio dan melaksanakan pencocokan waktu.

Kemudian dilanjutkan dengan Departure Harbour berturut-turut KRI Teluk Bintuni 520 dan KRI Teluk Banten 516. Setelah keluar dari pelabuhan, seluruh unsur-unsur melaksanakan Latihan Mine Field Transit (MFT).

Latihan ini juga melakukan Tactical manouvering (Tacman) dimana semua unsur melaksanakan manuver taktis dengan berbagai formasi yang telah ditentukan oleh OCS.

Bahkan, dalam lintas laut menuju daerah operasi pendaratan ini kali ini juga melakukan latihan Publication Exercise (Pubex) dan Replenishment At Sea (RAS).

Replenishment at Sea adalah kegiatan untuk memperbekali logistik pasukan antar kapal perang, mengisi bahan bakar, hingga proses evakuasi penumpang kapal.

Baca Juga:

KRI Fatahillah & KRI Pulau Rengat Latihan Peperangan Ranjau

Palaksa KRI Cakra-401 Menjadi Komandan KRI Ardadedali-404

KRI Surabaya dan KRI Teluk Banten Tingkatkan Kemampuan Tempur

Latihan RAS ini merupakan latihan yang tidak mudah dilakukan. Sebab, latihan transfer logistik antar kapal itu dilakukan di tengah laut lepas dan di tengah kondisi cuaca laut yang tidak pernah menentu.

Dalam latihan Replenishment At Sea itu, KRI Teluk Bintuni 520 melaksanakan pengisian bahan bakar ke KRI Teluk Banten 516 dengan posisi di lambung kiri.

Berbagai latihan yang dilakukan KRI Teluk Bintuni 520 dan KRI Teluk Banten 516 sebagai bagian dari Kogasgabratmin yang mendukung tugas Komando Tugas Gabungan (Kogasgab) TNI.

Leave a Comment