Taliban Tunjuk Hamid Karzai dalam 12 Anggota Dewan untuk Pemerintah Afghanistan

Taliban memasukkan nama-nama mantan Presiden Afghanistan ke dalam 12 anggota dewan Taliban, Selasa, 24 Agustus 2021. Kedua belas nama tersebut akan mengelola militer dan konflik di Afghanistan.

Nama mantan Presiden Afghanistan tersebut di antaranya Hamid Karzai sebagai Kepala Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional, Abdullah Abdullah, dan salah satu pendiri Taliban Abdul Ghani.

Baca Juga:

Peringatkan Destroyer Inggris, Kapal Rusia Lepaskan Tembakan

Su-27 Rusia Cegat Pesawat Militer Prancis

Su-30 Rusia Cegat Pesawat AS dan Prancis

Dilansir dari Sputnik, tujuh calon telah diputuskan dari 12 anggota, kata sebuah sumber yang dekat dengan kalangan senior Taliban.

Sumber tersebut mengatakan, “Afghanistan akan diperintah oleh dewan beranggotakan 12 orang, dengan pengecualian presiden dan emirat. Sejauh ini, dewan telah menyetujui Abdul Ghani Baradar, (putra Pendiri Taliban) Mullah Yaqub, (anggota tingkat tinggi kelompok teroris jaringan Haqqani] Khalil-ur-Rehman Haqqani, Dr. Abdullah Abdullah, Hamid Karzai, Hanif Atmar dan (pemimpin Partai Islam) Gulbuddin Hekmatyar.”

Sesuai laporan Sputnik, diskusi yang sedang berlangsung adalah untuk mencalonkan 5 anggota dewan yang tersisa. Di sisi lain pihak Taliban belum memberikan pernyataan resmi terkait Dewan tersebut.

Selain itu menurut sumber Taliban yang sama, Abdul Rashid Dostum yang merupakan Marsekal Tentara Nasional Afghanistan dan mantan gubernur provinsi Balkh, Atta Mohammad Noor tidak masuk ke dalam dewan. Menyusul runtuhnya ibu kota Kabul Minggu lalu, Taliban sedang dalam proses menciptakan pemerintahan baru.

Informasi awal dari pejabat politik

Baca Juga:

Senapan Mesin Ringan PPK-20 Kalashnikov Khusus untuk Pilot

Kalashnikov Pamer Karbin Baru dengan Barel Dapat Diganti di ARMY-2021

TNI AL Pecahkan Rekor MURI Memasak Rendang Peserta Terbanyak

Sebelumnya pada 21 Agustus 2021, Abdullah Abdullah dan mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai berbicara dengan penjabat gubernur Taliban di Kabul Abdul Rahman Mansour. Mereka menekankan pentingnya melindungi kehidupan, properti, dan integritas warga Kabul.

Baru-baru ini, Direktur CIA William J Burns mengunjungi komandan Taliban Mullah Baradar di Kabul. Baradar dan Direktur CIA mengadakan pertemuan tatap muka.

Menurut Washington Post, ini adalah pertemuan tingkat tinggi pertama antara seorang pejabat tinggi AS dan Taliban sejak Kabul dikuasai. AS memiliki jangka waktu 31 Agustus 2021 untuk memindahkan tentaranya dari Afghanistan.

Konflik Taliban-AS terkait perpanjangan proses evakuasi

Baca Juga:

Pasukan Khusus Gabungan TNI AL Latihan di Situbondo

Kisah Annisa Rizkika Menangis Haru Direstui Panglima TNI Jadi Prajurit

KRI Golok-688, Kapal Perang Trimaran yang Perkuat Striking Force TNI AL

Di sisi lain, ketika gejolak terus melanda bandara Kabul, Taliban memperingatkan agar tidak memperpanjang evakuasi AS setelah 31 Agustus 2021 dan mengancam akibatnya.

Menurut laporan, tidak ada pemerintahan baru yang akan dibentuk sampai tentara AS terakhir meninggalkan Afghanistan. Hal ini semakin menambah ketidakpastian seputar pembentukan pemerintahan di Afghanistan setelah perebutan kekuasaan oleh Taliban. Ini penting karena Presiden AS Joe Biden baru-baru ini mengatakan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang penarikan pasukan AS melewati 31 Agustus 2021.

Sementara itu, juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan kepada Sky News di Doha bahwa jika AS atau Inggris menuntut waktu ekstra untuk mengejar proses evakuasi, maka jawaban mereka adalah tidak.

*Foto: dok. Hamid Karzai (@White House, U.S. Gov)

Leave a Comment