Kasal: Ancaman Keamanan Maritim dapat Dikelola Melalui Kerjasama AL Dunia

Ancaman keamanan maritim dapat dikelola melalui kerjasama yang erat antar negara yang memungkinkan bagi seluruh Angkatan Laut (AL) dunia untuk saling melengkapi kemampuan.

Hal tersebut disampaikan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., saat menutup kegiatan International Maritime Security Symposium (IMSS) di Auditorium Yos Sudarso, Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Agustus 2021.

Baca Juga:

Sertijab Komandan KRI JOL-358 dan KRI Usman Harun-359

Kapal Patroli Cepat KRI Layang dan KRI Kakap, Latihan Bersama

KRI Fatahillah dan KRI Badik Latihan di Laut Sulawesi

Melalui siaran pers Dinas Penerangan TNI AL, Kasal mengatakan, kerjasama tersebut berguna untuk mengelola keamanan maritim dengan baik, sehingga menjadi kunci negara-negara di wilayah untuk meningkatkan ekonomi, kemakmuran dan stabilitas keamanan.

Menurut Kasal kerjasama yang intinya adalah membangun rasa saling percaya, berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta bekerjasama untuk menyelesaikan permasalahan maritim regional khususnya keamanan maritim dapat dilaksanakan oleh TNI AL dan Angkatan Laut Dunia melalui kegiatan IMSS 2021.

International Maritime Security Symposium
Ancaman Keamanan Maritim dapat Dikelola Melalui Kerjasama AL Dunia

Forum internasional ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kerjasama dalam menghadapi permasalahan maritim bersama, dengan berdasarkan pada keamanan maritim, kerjasama bidang keamanan, perdamaian dan kesejahteraan.

IMSS 2021 yang dilaksanakan selama 2 hari mengusung tema “International Maritime Security Cooperation for Security, Peace and Prosperity,” dihadiri 27 Athan perwakilan Angkatan Laut dari 37 negara dan sisanya melalui video conference termasuk 22 Kasal negara sahabat.

“Pembelajaran yang dapat kita ambil selama 2 hari berdiskusi ini adalah kita perlu mengelola keamanan maritim secara bijak demi kebaikan di masa datang. Oleh karena itu, saya berharap bahwa setiap peserta simposium ini dapat menciptakan semangat persahabatan dan kebersamaan yang telah kita jalin selama simposium ini,” ujar Laksamana Yudo Margono.

Baca Juga:

KRI Fatahillah & KRI Pulau Rengat Latihan Peperangan Ranjau

Palaksa KRI Cakra-401 Menjadi Komandan KRI Ardadedali-404

KRI Surabaya dan KRI Teluk Banten Tingkatkan Kemampuan Tempur

Simposium di hari terakhir ini menampilkan pemapar dari negara sahabat baik secara daring maupun langsung yaitu, the Commander of Naval Forces Northern Luzon Philippines, Commo Caesar Bernard N Valencia PN dengan materi Military Activities in the Exclusive Economic Zone; Direktur Naval Studies Center, Iran Captain Amir Hoseini Arani tentang Maritime Security in the World and Indian Ocean; Chief of Navy, Republic of Singapore Navy Rear Admiral Aaron Beng tentang A Blueprint To Strengthen Information-Sharing To Enhance Regional Maritime Security; Senior Director of Planning and Development, RMN HQ First Admiral Fadhil bin Abdul Rahman tentang Capacity building for maritime security Cooperation; dan Director Sea Power Centre Australia Capt. Sean Andrew tentang Maritime Security Cooperation and Information exchange.

International Maritime Security Symposium 3
Ancaman Keamanan Maritim dapat Dikelola Melalui Kerjasama AL Dunia

Selain itu, delegasi Turki Captain Murtaza Durmazucar, menyampaikan materi tentang A Network Maritime Security Approach to Intelligence Sharing; French Pacific Commander RADM Jean-Mathieu REY tentang Maritime Autonomous Vehicles within the International Law Framework to Enhance Maritime Security; dan Navy Legal SO1 International Law, UK CDR Caroline Tuckett tentang The Legal Status and Operation of Unmanned Maritime Vehicles.

Baca Juga:

Pasukan Khusus Gabungan TNI AL Latihan di Situbondo

Kisah Annisa Rizkika Menangis Haru Direstui Panglima TNI Jadi Prajurit

KRI Golok-688, Kapal Perang Trimaran yang Perkuat Striking Force TNI AL

Sedangkan pemapar lainnya yaitu, Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, menyampaikan tentang The legality of foreign peacetime military activities in the EEZ of another state; dan Deputi Bid. Opslat Bakamla Laksda TNl Dr. TNSB Hutabarat tentang Intelligence Gathering in EEZ: Consequence and Risk Management.

Bertindak selaku moderator dalam kegiatan ini yakni Dosen Teknik Geodesi dan Pakar Aspek Geospasial Hukum Universitas Gajah Mada, I Made Andi Arsana; Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Pertahanan Indonesia, Prof. AA. Banyu Perwita; dan Waka Babinkum TNI Laksma TNI Kresno Buntoro.

 

Leave a Comment