Taliban Tunjuk Mantan Narapidana Guantanamo Jadi Menhan Afghanistan

Taliban Afghanistan telah menunjuk seorang mantan narapidana Guantanamo Abdul Qayyum Zakir sebagai penjabat menteri pertahanan Afghanistan

Zakir adalah salah satu komandan lapangan utama Taliban, yang melakukan misi tempur dan memimpin militan radikal. Setelah dimulainya operasi militer oleh pasukan AS dan Barat di Afghanistan (2001-2014) ia berpartisipasi dalam bentrokan di pihak gerakan.

Baca Juga:

Pasukan Khusus Gabungan TNI AL Latihan di Situbondo

Kisah Annisa Rizkika Menangis Haru Direstui Panglima TNI Jadi Prajurit

KRI Golok-688, Kapal Perang Trimaran yang Perkuat Striking Force TNI AL

Mengutip Tass, Rabu, 25 Agustus 2021, dilaporkan Al Jazeera TV Qatar Zakir adalah salah satu komandan lapangan utama Taliban. Dia melakukan misi tempur dan memimpin militan. Setelah dimulainya operasi militer oleh pasukan AS dan Barat di Afghanistan (2001-2014) Zakir berpartisipasi dalam bentrokan di pihak gerakan.

Pasukan AS menangkapnya dan dikirim ke penjara di pangkalan Bagram, dia lalu dipindahkan ke Guantanamo. Setelah mendapatkan kembali kebebasan, ia bergabung dengan Taliban lagi.

Pada Selasa, 24 Agustus 2021, Taliban menunjuk beberapa pejabat menteri dan kepala lembaga pemerintah. Menurut kantor berita Pajhwok, Sadr Ibrahim adalah penjabat Menteri Dalam Negeri, Gul Agha, penjabat menteri keuangan dan Najibullah akan menjalankan tugas kepala dinas intelijen.

Baca Juga:

Senapan Mesin Ringan PPK-20 Kalashnikov Khusus untuk Pilot

Kalashnikov Pamer Karbin Baru dengan Barel Dapat Diganti di ARMY-2021

TNI AL Pecahkan Rekor MURI Memasak Rendang Peserta Terbanyak

Taliban juga mengangkat menteri pendidikan dan pendidikan tinggi serta gubernur ibu kota Kabul. Pada 14 April 2021, Presiden AS Joe Biden menyatakan keputusannya untuk membatasi operasi di Afghanistan.

Taliban segera meluncurkan operasi ofensif skala besar untuk membangun kendali negara. Pasukannya memasuki Kabul pada 15 Agustus 2021 tanpa menghadapi perlawanan apapun dan menguasai kota dalam hitungan jam.

Baca Juga:

Peringatkan Destroyer Inggris, Kapal Rusia Lepaskan Tembakan

Su-27 Rusia Cegat Pesawat Militer Prancis

Su-30 Rusia Cegat Pesawat AS dan Prancis

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meninggalkan negara itu. Dia mengatakan bahwa dia melakukannya untuk mencegah pertumpahan darah. Wakil Presiden Amrullah Saleh mengatakan bahwa di bawah Konstitusi dia harus melakukan tugas kepala negara dan menyerukan perlawanan bersenjata terhadap Taliban. Negara-negara Barat telah mengevakuasi warga dan personel kedutaan mereka.

Leave a Comment