Kemhan Pesan Kapal Patroli Lepas Pantai OPV 90M Buatan Dalam Negeri

Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) atau Kapal Patroli Lepas Pantai adalah kapal serbaguna yang dirancang untuk melakukan peran manajemen Zona Ekslusif Ekonomi (ZEE) termasuk penyediaan keamanan maritim di wilayah pesisir dan bantuan bencana yang efektif.

Untuk kebutuhan itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengadakan dan membangun Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) dan OPV 90 meter, masing-masing satu unit dari perusahaan Industri Pertahanan Dalam Negeri PT Daya Radar Utama, untuk menambah dan memperkuat kekuatan Alutsista di jajaran TNI AL.

kapal patroli lepas pantai opv 90
Desain Kapal Patroli lepas pantai OPV 90 M PT RDU. (@ PT Daya Radar Utama – RDU)

Baca Juga:

KRI Fatahillah & KRI Pulau Rengat Latihan Peperangan Ranjau

Palaksa KRI Cakra-401 Menjadi Komandan KRI Ardadedali-404

KRI Surabaya dan KRI Teluk Banten Tingkatkan Kemampuan Tempur

Dimulainya pembangunan ke-2 kapal perang ini, ditandai dengan pemencetan tombol oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabaranahan Kemhan) Marsekal Muda TNI Yusuf Jauhari, M.Eng., pada Upacara First Steel Cutting atau Pemotongan Plat Baja Pertama, pada Kamis, 26-8-2021, di Lampung, dirilis Situs Kemhan RI.

Marsekal Muda TNI Yusuf Jauhari, didampingi Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Puguh Santoso, SE., MM., dan Komisaris PT Daya Radar Utama Steven Angga Prana.

opv PT Daya Radar Utama 1

Baca Juga:

PT DRU Rilis Video Kapal OPV Mirip Fregat Martadinata Class

Austal Tawarkan Bangun Kapal Patroli di Filipina

Akuisisi Kapal Perang Pesisir Filipina Terancam Batal

Kabaranahan Kemhan Marsekal Muda TNI Yusuf Jauhari dalam sambutannya mengatakan, Upacara First Steel Cutting adalah momen penting sebagai tanda dimulainya proses pembangunan fisik kapal dan diharapkan menjadi awal yang baik untuk kelanjutan pembangunan kapal.

Pembangunan OPV dan OPV 90 meter di PT Daya Radar Utama ini, lebih jauh Kabaranahan Kemhan menjelaskan, merupakan salah satu bentuk pembinaan industri pertahanan dalam negeri yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam membangun kapal perang di masa mendatang, serta mendorong pemulihan ekomoni nasional.

Kapal e1629959202770

“Hal ini seiring dengan program pemerintah untuk mewujudkan industri pertahanan dalam negeri yang unggul, tumbuh dan tangguh serta dapat bersaing di kancah industri perkapalan internasional, dan pengadaan kapal ini, merupakan investasi pemerintah dalam mengelola kekayaan laut sebagai potensi ekonomi yang memberikan kontribusi bagi pemulihan dan peningkatan perekonomian nasional”, ujar Kabaranahan Kemhan.

Baca Juga:

Sertijab Komandan KRI JOL-358 dan KRI Usman Harun-359

Kapal Patroli Cepat KRI Layang dan KRI Kakap, Latihan Bersama

KRI Fatahillah dan KRI Badik Latihan di Laut Sulawesi

Kabaranahan Kemhan diakhir sambutannya, berharap kepada jajaran PT Daya Radar Utama dan juga Satgas Yekda OPV dan OPV 90 meter beserta jajarannya untuk dapat bekerja sama dengan baik dalam melaksanakan pembangunan kedua kapal perang OPV dan OPV 90m, sehingga kapal ini nantinya diterima sesuai dengan tepat mutu dan tepat waktu.

Pelaksanaan kegiatan First Steel Cutting Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) dan OPV 90 meter dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Kapal OPV 90 M

Belum didisebutkan apa saja kelengkapan dari kapal OPV pesanan Kemhan ini. Namun jika dilihat dari youtube yang dirilis PT RDU, OPV 90 ini akan memiliki kemampuan untuk: CIWS Rheinmetall Millenium Gun 35mm, peluncur rudal anti kapal 2×4, meriam OTO Melara 76/62 Super Rapid Gun, dua rigid hull inflatable boat (RHIB).

Namun biasanya sistem persenjataan dan sensor akan dilakukan lewat pengadaanya  yang terpisah atau juga disebut Fitted For But Not With (FFBNW). Semua peralatan itu bisa dipasang dikemudian hari. Hal ini berlaku pada sejumlah pembangunan dan pengadaan kapal perang Indonesia maupun negara lain di dunia. Peralatan dan persenjataan, tidak langsung komplet, namun dilakukan secara bertahap.

Baca Juga:

Pasukan Khusus Gabungan TNI AL Latihan di Situbondo

Kisah Annisa Rizkika Menangis Haru Direstui Panglima TNI Jadi Prajurit

KRI Golok-688, Kapal Perang Trimaran yang Perkuat Striking Force TNI AL

Umumnya, kapal OPV 90 M sepanjang 90 meter akan dilengkapi dengan radar pengawasan udara yang dapat digunakan untuk mendeteksi pesawat terbang rendah yang sering digunakan dalam operasi penyelundupan. Kapal Perahu karet yang dapat dikerahkan dengan cepat untuk operasi pemulihan dan penyelamatan dan memberikan kemampuan untuk melakukan sea boarding.

Sistem meriam kaliber kecil 30 mm untuk menyerang kapal cepat yang dipersenjatai dengan rudal jarak pendek, roket, granat berpeluncur roket, senapan mesin atau bahan peledak, Terkadang dipasang juga meriam 25 mm sebagai persenjataan sekunder ke kapal.

*Foto: Desain Kapal Patroli lepas pantai OPV 90 M PT RDU. (@ PT Daya Radar Utama – RDU).

Leave a Comment