Sekitar 50 Orang Tewas di Bandara Kabul Afghanistan Sejak Evakuasi Dimulai

Sekitar 50 orang tewas di Bandara Kabul, Afghanistan sejak militer AS mulai mengevakuasi warga sipil. Hal itu dikatakan Duta Besar Rusia di Kabul Dmitry Zhirnov dalam wawancara yang disiarkan televisi dengan saluran berita Rossiya-24, Kamis 26 Agustus 2021 seperti dilaporkan Tass.

“Bandara Kabul kacau. Amerika benar-benar tidak dapat mengamankan apa pun. Mereka menjadi korban di sana, karena sekitar 50 orang sipil telah meninggal,” katanya.

Baca Juga:

Sertijab Komandan KRI JOL-358 dan KRI Usman Harun-359

Kapal Patroli Cepat KRI Layang dan KRI Kakap, Latihan Bersama

KRI Fatahillah dan KRI Badik Latihan di Laut Sulawesi

Presiden AS Joe Biden pada 14 April 2021, mengumumkan bahwa operasi militer AS di Afghanistan akan diselesaikan. Hal itu mendorong kelompok Taliban untuk melakukan operasi besar-besaran agar mendapatkan mengendalikan kembali negara itu. Pada tanggal 15 Agustus 2021, para pejuangnya menyerbu ke Kabul tanpa perlawanan.

Sementara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meninggalkan negara itu. Wakil Presiden Amrullah Saleh menyatakan dirinya sebagai “presiden sementara” dan menyerukan perlawanan bersenjata, yang dipimpin Ahmad Massoud, putra komandan gerilya terkenal Ahmad Shah Massoud (1953-2001) di wilayah Panjshir.

Baca Juga:

KRI Fatahillah & KRI Pulau Rengat Latihan Peperangan Ranjau

Palaksa KRI Cakra-401 Menjadi Komandan KRI Ardadedali-404

KRI Surabaya dan KRI Teluk Banten Tingkatkan Kemampuan Tempur

Negara-negara Barat sedang dalam proses mengevakuasi warga dan misi diplomatik mereka. Kemhan Rusia 25 Agustus 2021, mengumumkan bahwa atas perintah Presiden Rusia Vladimir Putin, pihaknya mengatur evakuasi lebih dari 500 orang Rusia, Ukraina, dan warga negara-negara anggota CSTO (Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif) di atas 4 pesawat angkut militer.