Indonesia Memandang Australia Mitra Utama di Kawasan

Aus e1630130765647

JakartaGreater  –  Indonesia selalu memandang Australia sebagai teman dekat dan merupakan negara mitra utama di kawasan, terutama di bidang pertahanan, dirilis Situs Kemhan RI pada Jumat 27-8-2021.

Persahabatan dan kemitraan yang erat tersebut terjadi bukan hanya karena kedekatan geografis tetapi juga kepentingan bersama yang dimiliki oleh kedua negara.

Hal itu disampaikan Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Dr. rer. pol. Rodon Pedrason, M.A., Jumat 27-8-2021, dalam sambutannya pada acara Dialog Strategis Pertahanan Indonesia-Australia Ke-18 Tahun 2021 (The 18th Indonesia-Australia Defence Strategic Dialogue in 2021) secara daring di Kemhan, Jakarta.

Dalam dialog strategis pertahanan ini, Delegasi Australia dipimpin oleh First Assistant Secretary, International Policy Division, Mr. Hugh Jeffrey.

Dialog Strategis Pertahanan Indonesia-Australia (IADSD), lebih jauh Dirjen Strahan Kemhan menyampaikan sambutannya, merupakan sarana penting bagi ke-2 negara untuk bertukar informasi serta pandangan tentang isu-isu strategis pertahanan dan keamanan.

Pertemuan ini, juga menjadi forum penting untuk membahas dan meninjau program kerja sama pertahanan bilateral dalam upaya memastikan bahwa program kerja sama dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Dirjen Strahan Kemhan secara khusus, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Royal Australian Navy (RAN) atas bantuan yang diberikan pada operasi SAR tenggelamnya KRI Nanggala-402 pada April 2021.

AUS 2

Kemudian atas suksesnya kerja sama antara RAN HMAS ANZAC dan KRI ESCOLAR TNI AL dalam memulangkan 19 ABK Kapal Perikanan BANDAR NELAYAN 188 yang mengalami insiden dan tenggelam di 650 mil Barat Daya Perth, dengan transfer ship-to-ship di Pelabuhan Benoa Bali pada 21 Mei 2021.

Selanjutnya penyampaian ucapan terima kasih atas bantuan alat kesehatan (APD) kedua pada 8 April 2021 lalu untuk mendukung program mitigasi Covid-19 Kemhan dan TNI.

Sedangkan sejumlah agenda yang dibicarakan dalam pertemuan ini antara lain, seputar ASEAN Centrality within the Indo-Pacific, Maintaining Strategic Independence amidst Major Power Competition, Maritime Security in South China Sea: Global States Engagement, Maritime Security Update (Maritime Domain Awareness, Trilateral Cooperation), yang dirangkai dengan laporan-laporan atas kerja sama pertahanan yang telah dilaksanakan dan rencana kerja sama pertahanan untuk tahun selanjutnya, serta laporan dari working group dalam bidang Industri Pertahanan dan Modernisasi Militer.

Leave a Reply