Sukhoi SU-27 Rusia Sergap RC-135 USAF

SU-27 Flanker Rusia

Washington – Satu jet tempur Rusia nekat terbang mendekat dan membayangi pesawat pengintai Angkatan Udara Amerika Serikat yang kedua pesawat mengudara beriringan dengan jarak hanya 3 meter di wilayah udara internasional di atas Laut Hitam.

Disampaikan beberapa pejabat AS, seperti dilansir CNN, Jumat (12/6/2015), insiden udara ini terjadi pada 30 Mei lalu. Saat itu, jet tempur Rusia terbang di ketinggian yang sama dengan pesawat pengintai AS.

Kemudian, jet tempur Rusia tiba-tiba terbang mendekat dan kemudian membayangi pesawat AS, sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan area tersebut. Pesawat AS tidak melakukan gerakan menghindar ketika insiden itu terjadi.

Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai insiden udara tersebut. Namun disebutkan bahwa jarak kedua pesawat hanya mencapai 3 meter saja di udara, ketika insiden itu terjadi. Secara terpisah, seorang pejabat militer AS enggan mengomentari saat ditanya apakah protes diplomatik telah dilayangkan ke Rusia terkait insiden ini.

RC-135 USAF

Insiden udara ini terjadi selang beberapa minggu setelah insiden udara lainnya antara AS dan Rusia di wilayah udara Eropa. Dalam insiden tersebut, pesawat militer AS jenis RC-135U yang mengudara di wilayah udara internasional, dicegat pesawat militer Rusia jenis SU-27 Flanker. AS menyebut insiden itu sebagai tindakan yang tidak profesional dan membahayakan.

Awal bulan ini, Angkatan Laut AS melakukan langkah tidak biasa dengan merilis video pesawat militer Rusia jenis Su-24 yang terbang di sisi kanan kapal penghancur misil milik AS, USS Ross yang tengah berlayar di Laut Hitam. Video itu sengaja diungkap ke publik untuk memperjelas bahwa insiden antara pesawat Rusia dengan kapal AS itu merupakan aktivitas rutin, dan membantah laporan Rusia yang menyebut kapal AS melakukan gerakan agresif di Laut Hitam.

Terlihat dalam video tersebut, pesawat Rusia sengaja terbang mendekati kapal militer AS dan kemudian terbang menjauh. Pejabat pertahanan AS menyebut insiden itu murni aktivitas rutin. Menurut pejabat itu, ada banyak pesawat militer, baik dari NATO maupun Rusia yang mengudara di atas Laut Hitam dan Laut Baltik, sehingga sangat dimungkinkan ada banyak interaksi.

Detik.com