Kapal Tanker Diduga Dirompak di Johor

Jakarta – Kapal tanker berbendera Malaysia hilang di perairan Johor. Ada lima WNI yang bekerja di kapal tersebut. Dubes RI di Malaysia Herman Prayitno memastikan, mereka masih dicari.

“Masih dicari,” kata Dubes Herman saat dikonfirmasi detikcom, Senin (15/6/2015).

Herman mengatakan, kasus tersebut dipantau oleh Konjen RI di Johor. Tidak ada penjelasan lebih jauh soal identitas para WNI perkembangan terkini pencarian.

Menurut media Malaysia, kapal tersebut tengah berada di perairan Laut China Selatan, dekat negara bagian Johor ketika hilang kontak. Kapal dengan 22 orang ABK yang berasal dari Malaysia, Indonesia dan Myanmar itu diketahui memuat 6.000 metrik ton bahan bakar.

Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) mengerahkan tiga kapal perang untuk membantu proses pencarian kapal yang juga membawa 5 WNI tersebut. Kapal tersebut adalah KRI Imam Bonjol-383, KRI Teuku Umar-385 dan KRI Alamang-644.

“Sejak hari Jumat (12/6) Koarmabar mengerahkan tiga kapal perangnya yakni KRI Imam Bonjol-383, KRI Teuku Umar-385 dan KRI Alamang-644 beroperasi di sekitar perairan Laut Natuna guna membantu pencarian kapal tanker berbendera Malaysia, MT Orkim Harmony,” ujar Kepala Dispenarmabar, Letkol Ariris Miftachurrahman dalam keterangan persnya kepada detikcom, Senin (15/6/2015).

Kapal tersebut telah hilang kontak sejak Kamis, 11 Juni lalu. Berdasarkan informasi yang diterima dari Information Fusion Centre (IFC), kapal tanker berbendera Malaysia itu hilang kontak pada posisi 02.08.9 U dan 104.27.3 T di perairan Pulau Aur, perairan yurisdiksi Malaysia. Diduga kuat, kapal tersebut dibajak para perompak.

Menurut media Malaysia, kapal tersebut tengah berada di perairan Laut China Selatan, dekat negara bagian Johor ketika hilang kontak. Kapal dengan 22 orang ABK yang berasal dari Malaysia, Indonesia dan Myanmar itu diketahui memuat 6000 metrik ton bahan bakar.

Detik.com