Rini Rayu Airbus untuk Sertifikasi Pesawat PTDI

Paris Airshow 2015

Paris – Selama ini Airbus bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk pembuatan komponen pesawat. Namun kerjasama itu dianggap belum cukup maksimal bagi PTDI.

Sehingga Menteri BUMN Rini Soemarno meminta produsen pesawat asal Prancis itu juga membantu PTDI mendapatkan sertifikat pembuatan pesawat.

“Saya katakan kepada Airbus, bagaimana supaya bisa membuka ruang bagi industri dirgantara kita. Memang Airbus sudah lama membantu Dirgantara Indonesia, order komponen sejak 2003, untuk komponen Airbus 380 ya,” kata Rini usai bertemu dengan pihak Airbus di sela-sela Paris Air Show di Le Bourget, Prancis, Selasa (16/6/2015).

Rini mengatakan PTDI sudah cukup piawai dalam membuat pesawat tipe baling-baling. Pesawat ini cocok untuk melayani rute jarak pendek.

“Dirgantara Indonesia ini sudah cukup mahir membuat pesawat baling-baling. Yang kalau di Airbus itu ATR itu. Garuda pun juga pakai,” kata Rini.

Mantan Ketua Tim Transisi ini mengatakan pesawat baling-baling itu cocok untuk menghubungkan antar pulau di Indonesia. Daerah terpencil yang memiliki runway pendek, juga bisa dijamah pesawat jenis ini.

“Lebih jauh Airbus dapat membantu produk Dirgantara Indonesia dalam hal ini supaya pesawat mendapatkan sertifikasi. Dirgantara Indonesia sampai saat ini belum mendapatkan sertifikat. Kalau bisa, Airbus memberikan dukungan kepada Dirgantara Indonesia agar mendapatkan sertifikat. Sehingga kita bisa jual ke tempat lain,” sambung Rini.

Saat ini PTDI sedang mengembangkan pesawat kecil baling-balik murni rancang bangun putra putri Indonesia, namanya N219 yang akan ditunjukkan ke publik Agustus nanti.

Pesawat N219 merupakan pesawat berpenumpang 19 orang yang memiliki kelebihan bisa lepas landas dalam jarak yang pendek. N219 adalah proyek yang dikerjakan seluruhnya oleh anak bangsa yang mulai dirancang sejak 2007 lalu.

Target awal proyek ini, prototipe atau purwarupa pesawat sudah selesai dan dipamerkan pada Agustus 2015. Setelah itu menjalani penerbangan pertamanya pada 2016. Kemudian N219 bisa masuk pasar pada 2017, setelah proses sertifikasi.

Finance.detik.com