Wow, Pesawat Tempur Single Engine Rusia Siap Saingi F-35

JakartaGreater  –  Kementerian Pertahanan Rusia mempertimbangkan pembelian pesawat tempur Checkmate bermesin tunggal di bawah program negara masa depan untuk persenjataan, ujar Wakil Perdana Menteri Rusia, Yuri Borisov  di sela-sela Tyumen Oil and Gas Forum.

“Di bawah program negara masa depan untuk persenjataan, Kementerian Pertahanan dan Angkatan Dirgantara dapat mempertimbangkan kemungkinan untuk membeli pesawat tempur ini,” kata Borisov. “Ini adalah faktor potensial ekspor utama”. Pelanggan asing selalu ingin tahu apakah angkatan bersenjata nasional negara itu menggunakan teknologi militer yang ditawarkan untuk ekspor”, ungkapnya kepada Tass pada Jumat 17-9-2021.

Borisov mengatakan baik Kementerian Pertahanan dan Angkatan Dirgantara Rusia “secara historis berhati-hati” tentang pesawat tempur bermesin tunggal, karena menurut mereka yang bermesin ganda lebih dapat diandalkan. Meski demikian pesawat tempur bermesin tunggal tersebar luas di dunia.

“Setahu saya, awal uji terbang dijadwalkan 2023. Produksi massal (dengan syarat permintaan cukup) mungkin dimulai pada 2025-2026. Batas waktu ini cukup realistis,” kata Wakil Perdana Menteri Yuri Borisov.

“Kalau tidak, kita tidak akan bisa memasuki pasar ini di mana model (mesin tunggal) AS dan Cina sudah menguasai. Rencana ini memiliki potensi yang sangat bagus dan prospek yang bagus untuk mengambil ceruk tertentu. Sekarang sudah ada pembeli potensial. Ada dua tolok ukur penting, kemunculan yang cepat di pasar dan harga yang wajar, yang akan memungkinkannya mengambil tempat yang layak,” katanya.

Wakil Perdana Menteri Yuri Borisov menambahkan bahwa pesawat itu memiliki sejumlah fitur yang cocok dengan parameter pesawat tempur generasi kelima, seperti cantelan senjata yang ada dalam pesawat.

Pesawat Tempur Ringan Siluman Checkmate Rusia
Pesawat Tempur Ringan Siluman Checkmate Rusia. (@UAC Russia)

Pesawat Tempur Sukhoi-75 Checkmate

Pesawat Tempur Checkmate pertama kali dipresentasikan pada pameran udara MAKS Juli 2021. Jet tempur siluman ini diposisikan sebagai alternatif untuk F-35A Lightning II Amerika Serikat dan JAS-39 Gripen Swedia. Potensi pasar pesawat Checkmate diperkirakan mencapai 300 unit.

Selain pasar domestik, pesawat ini memungkinkan unrtuk ditujukan ke negara-negara di Afrika, India, dan Vietnam. Pesawat yang kemungkinan berindeks Sukhoi-75 itu akan dirakit di sebuah pabrik di Komsomolsk-on-Amur.

Checkmate menawarkan fitur siluman dan dilengkapi dengan kompartemen intra-pesawat untuk Rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan (muatan lebih dari tujuh ton).

Pesawat tempur supersonik Mach 1.8 bermesin tunggal ini memiliki jangkauan tempur 3.000 kilometer dan mampu menembak hingga 6 target secara bersamaan.

Versi Tak Berawak

Pesawat tempur baru Checkmate mengintegrasikan teknologi terbaru.  “Pesawat dapat dikustomisasi karena fitur arsitektur terbuka, yang membantu memasang peralatan dari produsen yang berbeda di dalamnya. Pesawat ini dirancang sejak awal untuk  bisa menggunakan hampir seluruh jenis  senjata yang diluncurkan dari udara, termasuk persenjataan masa depan,” kata CEO United Aircraft Corporation, Yuri Slyusar saat pameran pameran udara MAKS 2021.

“Kami percaya bahwa (versi tak berawak dari pesawat tempur Checkmate akan populer di kalangan pelanggan karena akan membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan bertahan sistem tempur dan memberikan kesempatan untuk menggunakan metode taktis baru,” kata Slyusar.

Pesawat Tempur Kursi Ganda

Dalam MAKS 2021, Kepala Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Denis Manturov, mencatat bahwa pembeli asing sering meminta versi 2 kursi pesawat, seperti varian Su-30 dari pesawat tempur Su-27 Sukhoi. Rusia juga mengantisipasi versi 2 kursi dari Checkmate yang juga akan dicari pembeli. Dia mencatat Angkatan Udara Rusia kemungkinan akan menggunakan pesawat semacam itu juga.

Pesawat versi 2 kursi dapat melayani berbagai tujuan, termasuk memfasilitasi pelatihan pilot atau mengizinkan pilot kedua menjadi perwira senjata khusus.

Dalam versi 2 kursi Su-57 yang akan datang, fokus pilot kedua akan mengarahkan sekumpulan drone tempur Okhotnik yang dapat menemani jet siluman dalam misi.

Leave a Comment