Fregat KRI RE Martadinata Simulasi Tembak Kapal Selam Musuh

Kapal perang ini dilengkapi sistem persenjataan meriam utama Otomelara 76 mm, sistem rudal permukaan ke udara (SAM) Mica yang efektif menyergap sasaran sejauh 20-25 km dengan ketinggian 9 km, sistem pertahanan diri (CIWS) 35 mm untuk menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat.

Kapal perang ini juga memiliki sistem Torpedo A – 244S yang mempunyai kemampuan khsusus mengincar sasaran di perairan dangkal, serta rudal permukaan ke permukaan (SSM) Exocet MM-40 Block 3 dengan jangkauan mencapai 180-200 Km.

JakartaGreater  – Kapal perang militer Indonesia Fregat KRI R.E. Martadinata-331 melakukan simulasi penembakan torpedo terhadap kapal selam musuh.

Simulasi ini dilakukan dalam demonstrasi Peran Tempur Bahaya Kapal Selam di hadapan anggota Komisi I DPR RI, yang melakukan kunjungan ke Koarmada II di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 17 September 2021, ungkap Penerangan Koarmada II.

Simulasi penembakan kapal selam musuh oleh fregat KRI RE Martadinata saat kunjungan anggota Komisi I DPR RI, ke Koarmada II di Surabaya
Simulasi penembakan kapal selam musuh oleh fregat KRI RE Martadinata saat kunjungan anggota Komisi I DPR RI, ke Koarmada II di Surabaya, 17 /09/ 2021

“PIT di sini anjungan!. Terlihat ledakan dan tumpahan minyak di pemukaan air laut dari haluan lambung kanan jarak sedang”, ujar Perwira Navigasi KRI REM-331 dalam rangkaian simulasi itu.

“Simulasi ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pembinaan profesionalitas prajurit dan kesiapan tempur kapal-kapal perang di bawah jajaran Satkor Koarmada II”, ujar Dansatkor Koarmada II, Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo.

Dalam kunjungan ini anggota Komisi I DPR RI diterima oleh Pangkoarmada II, Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto beserta sejumlah pejabat utama Koarmada II.

“Besar harapan kami, Anggota Komisi I DPR RI dapat lebih mengetahui keberadaan Koarmada II dalam pembinaan alutsista beserta pengawaknya, selaras dengan prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono mengenai Modernisasi KRI, Pesawat Udara dan Material Tempur menuju kekuatan yang siap dioperasikan (ORF)”, ujar Pangkoarmada II.

Fregat KRI R.E Martadinata-331

Fregat KRI R.E Martadinata-331 merupakan kapal PKR SIGMA 10514 yang dibangun di galangan kapal PT PAL Indonesia, bekerja sama dengan  Damen Schiede Naval Ship Building (DSNS) Belanda.

Kapal perang ini menjalani proses pengintegrasian senjata oleh Divisi Kapal Perang PT PAL Indonesia pada tahun 2019 dan berlangsung selama 17 bulan.

Dengan selesainya proyek integrasi Fit For But Not With (FFBNW), KRI RE Martadinata-331 meningkat statusnya dari laik layar menjadi laik tempur.

Fregat KRI Martadinata class ini dilengkapi sistem persenjataan meriam utama Otomelara 76 mm, sistem rudal permukaan ke udara (SAM) Mica yang efektif menyergap sasaran sejauh 20-25 km dengan ketinggian 9 km, sistem pertahanan diri (CIWS) 35 mm untuk menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat, sistem Torpedo A – 244S yang mempunyai kemampuan khsusus mengincar sasaran di perairan dangkal, serta rudal permukaan ke permukaan (SSM) Exocet MM-40 Block 3 dengan jangkauan mencapai 180-200 Km.

dok. Pemasangan CIWS Fregat KRI RE Martadinata. (@ PT PAL Indonesia)
dok. Pemasangan CIWS Fregat KRI RE Martadinata. (@ PT PAL Indonesia)

Fregat ini Ada juga memiliki pengecoh rudal terma SKWS DLT – 12 T yang mampu membelokkan arah rudal, mengacaukan sensor rudal, mengacaukan jammer hingga mengecoh infra merah dan frekuensi radio yang digunakan rudal udara ke permukaan, ungkap situs Kemhan RI.

Kapal perang dengan panjang 105,11 meter dan berat 2.365 ton ini memiliki kemampuan peperangan elektronik melalui system electronic counter measure (ECM) Scorpion 2L dan electronic support measure (ESM) Vigile 100 S.

*Foto: dok. Fregat KRI R.E Martadinata-331. (@ PT PAL Indonesia).

Leave a Comment