Prancis Segera Rotasi Pasukan SGTIA LYNX 10 di Estonia

JakartaGreater – Terlibat selama tiga bulan di Estonia dalam kerangka misi LYNX, 200 tentara dari subkelompok taktis senjata gabungan (SGTIA) LYNX 10 Prancis sedang bersiap untuk menyerahkan mandat kepada pasukan pengganti mereka, yang elemen pertamanya telah tiba di teater Estonia pada 20 September 2021. .

Resimen tank tempur ke-501 Mourmelon Prancis, batalion  “Hunter” 16, resimen artileri ke-40 Suippes dan resimen Engineer ke-13 Valdahon, yang tergabung ke dalam pasukan SGTIA (Grup Pertempuran Senjata Gabungan) LYNX 10 Prancis mengambil bagian dalam latihan gabungan 500 jam dalam skenario intensitas tinggi dengan Batalyon Estonia dan latihan penembakan langsung “Furious Salamander” di Adazi, Latvia.

Dalam latihan ini lebih dari 120.000 amunisi dari semua kaliber ditembakkan, juga diselingi berbagai sesi pelatihan yang memungkinkan untuk memperkuat kerja sama senjata gabungan di semua tingkatan, antara militer Prancis dan sekutu, khususnya yang berkaitan dengan artileri, Zeni atau pertempuran anti-tank, ungkap laman Kementerian Pertahanan Prancis, 24/9/2021.

Setelah melakukan rekondisi peralatan dengan cermat pasukan SGTIA Prancis ini bersiap untuk menyerahkan instruksi kepada penerus mereka SGTIA (combined arms tactical sub-group) LYNX 11, terutama dari 1st regiment of hunters of Verdun dan pasukan reinforcements gabungan dari 7th Armored Brigade (resimen infanteri 35, Resimenke-3 Zeni dan Resimen Artileri Afrika ke-68).

Latihan pasukan SGTIA LYNX 10 Prancis di Estonia (@ Ministre des Armées - France)
Latihan pasukan SGTIA LYNX 10 Prancis di Estonia (@ Ministre des Armées – France)

Para Kepala Negara dan Pemerintahan Bangsa-Bangsa Sekutu memutuskan pada tahun 2016 di Warsawa “untuk lebih memperkuat sikap pencegahan dan pertahanan Aliansi dalam menghadapi lingkungan keamanan baru”.

Dengan adanya kebijakan Forward Presence (eFP) NATO yang ditingkatkan, membuat Sekutu bergerak mengerahkan kontingen militer di negara-negara Baltik dan di Polandia.

Keterlibatan non-permanen ini bertujuan untuk memperkuat postur pertahanan Aliansi melalui posisi dissuasif, tetapi tidak agresif.

Dalam konteks ini, Prancis mempekerjakan sistem 300 tentara di Estonia mulai Maret 2021 untuk jangka waktu satu tahun. Perangkat ini menggabungkan sub-kelompok senjata gabungan lapis baja (SGTIA), terutama dengan mengerahkan  12 tank Leclerc, 8 VBCI dan 8 VAB.

*Foto cover: Tank Leclerc Prancis di Estonia. (@Armée française)

Leave a Comment