4 Kapal Asing Masuk Laut China Selatan ZEE Indonesia

14
5
Empat kapal asing ditangkap Bakamla saat beroperasi di Laut Cina Selatan ZEE Indonesia

Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan-01 milik PSDKP-KKP yang tergabung dalam operasi rutin Badan Keamanan Laut Republik Indonesia menangkap empat kapal ikan asing Vietnam, dan tiba dengan selamat di Stasiun PSDKP Pontianak, beberapa hari lalu.

Penangkapan ini bermula pada Minggu (9/4/2017) pukul 06.32 WIB, saat KP Hiu Macan bernomor lambung 01 yang dinakhkodai Capt. Samson mendeteksi keberadaan kapal-kapal ikan asing yang sedang beroperasi di Laut China Selatan ZEE Indonesia, dan ketika didekati terlihat kapal bernama KM. BV 0329 TS GT. 90 berpasangan dengan KM. BV 0216 TS GT. 70 sedang melakukan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap pair trawl.

Empat kapal asing ditangkap Bakamla saat beroperasi di Laut Cina Selatan ZEE Indonesia

Melihat kedatangan kapal pengawas, kedua kapal melarikan diri sehingga dilakukan pengejaran dan beberapa menit kemudian kapal Hiu Macan-01 berhasil memberhentikan kedua kapal pencuri ikan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal diketahui nakhkoda dan awak kapal berjumlah 16 orang semuanya berkewarganegaraan Vietnam.

Pada lokasi yang tidak jauh dari lokasi kedua kapal tersebut, KP Hiu Macan-01 juga mendapati keberadaan dua kapal Vietnam lain bernama KM. BV 97778 TS GT. 110 berpasangan dengan KM. BV 97575 TS GT. 105 melakukan kegiatan ilegal yang sama. Kedua kapal berhasil ditangkap dengan dugaan telah melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap pair trawl. Nakhkoda dan ABK berjumlah 15 orang seluruhnya warga negara Vietnam.

Selanjutnya KP Hiu Macan-01 dan aparat melakukan pengawalan terhadap empat kapal dan 31 tahanan menuju stasiun PSDKP Pontianak.

Keempat kapal diduga melakukan pelanggaran Pasal 5 ayat (1) huruf b, Pasal 9 ayat (1) Jo. Pasal 85, Pasal 26 ayat (1) Jo. Pasal 92 UU No. 45 tahun 2009 Tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan yaitu tidak dilengkapi dengan dokumen perijinan perikanan yang sah.

Humas Bakamla RI

14 COMMENTS

    • Yang terjadi di lapangan, kapal jika di lelang di beli lg sama pemilik kapal. D berikan k nelayan ujung2nya d jual lg k pemilik….
      Dengan diledakkan g ada lg yg berani, walau sekarang masih ada yg menangkap ikan, paling pemilik kapal yg belum pernah diledakkan.

      Misal dulu ada 20 kapal, sekarang cm 5, itu dalam kategori berhasil menurut saya…

  1. Seperti nya pencuri ikan/ pelanggar sdh pahan cara main/penanganan kita…jadi mereka tidak kapok2., perlu yg lebih keras lagi ; langung berhadapan dengan regu tembak atau gantung dilautan serta kapal diledakkan ditempat.

LEAVE A REPLY