4 KRI Bersenjata Lengkap ke Perbatasan Malaysia

56
650
KRI Suluh Pari 809
KRI Suluh Pari 809

22 Nov 2014 – TNI Angkatan Laut menyiagakan empat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk melakukan patroli pengamanan perairan laut di wilayah utara Indonesia.

“Keempat kapal perang itu adalah KRI Kakap 811, KRI Pulau Rengat 711, KRI Birang 831, dan KRI Suluh Pari 809 saat ini siaga di perairan laut Balikpapan, Kalimantan Timur,” kata Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Balikpapan Kolonel (P) Ariantyo Condrowibowo di Balikpapan, Sabtu (22/11).

Dia mengatakan empat KRI itu akan melaksanakan tugas patroli dan penjagaan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, yaitu Selat Makassar, Laut Sulu, Laut Sulawesi, di perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Filipina di wilayah utara.

KRI Pulau Rengat 711
KRI Pulau Rengat 711

“Saat ini yang menjadi perhatian utama kami adalah melindungi nelayan kita dan pencegahan nelayan asing yang mencuri ikan di perairan kita,” katanya.

Keempat KRI itu, menurut Kolonel Arianttyo, bersenjata lengkap. KRI Suluh Pari misalnya yang merupakan kapal asli buatan Indonesia yang memang dirancang untuk patroli cepat dan sigap dalam pengejaran.

“Kecepatannya KRI tersebut mencapai 20 knot dan todongan meriam Oerlikon 20 mm langsung bisa membuat kapal pencuri ikan tidak berkutik,” katanya.

Menurut Kolonel Arianttyo nelayan asing yang masuk perairan Indonesia ke ALKI II, atau turut memanfaatkan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia berasal dari berbagai negara di utara Indonesia.

KRI Kakap
KRI Kakap

Dia mengakui pada siang hari, saat sedang dalam pemantauan kapal-kapal patroli Indonesia, kapal-kapal nelayan asing itu berada di luar wilayah perairan Indonesia.

“Namun ketika malam mereka masuk perairan kita dan mulai menangkap ikan. Modusnya antara lain begitu,” kata Danlanal Balikpapan.

KRI Birang 831
KRI Birang 831

Kapal-kapal asing yang umumnya berukuran besar ada yang menggunakan lampu ribuan watt untuk menarik ikan datang dan berkumpul. Ini mengakibatkan nelayan-nelayan Indonesia yang tidak memiliki fasilitas serupa tidak kebagian ikan.

Para nelayan asing itu, kata dia, juga biasa menggunakan alat tangkap yang dilarang di perarian Indonesia, seperti pukat harimau.

Karena itu, katanya, TNI Angkatan Laut memahami kegeraman Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menyatakan akan membakar dan menenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan yang tertangkap masuk perairan Indonesia. (Merdeka.com).

56 KOMENTAR

  1. Kri yg di kirim cuma sebatas kapal patroli dan penyapu ranjau,,,ada baiknya kirim dr kelas korvet atau fregat skalian,biar bikin efek kejutnya lebih terasa atau minimal kcr…walaupun yg di incer adalah kapal nelayan asing tp dengan adanya kri berkemampuan striking force bisa bikin ciut para nelayan asing buat nangkap ikan di perairan indonesia..,apalagi udh ada ancaman buat di tenggelamkan,..

    • Malaysia dan Indonesia sebenarnya hanya korban media dan kepentingan politik masing-masing pejabat-pejabat negara terkait.

      Fakta di lapangan, Malaysia butuh pekerja Indonesia yang terampil s/d advance, sementara Indonesia membutuhkan walfare dari Malaysia. Mengingat tenaga terdidik di Indonesia rendah nilainya, sehingga banyak yang lebih suka bekerja dengan lurus di luar negeri. Mengingat di dalam negeri ada pameo “kalau ingin kaya di sini ya harus korupsi….”, sementara di negara2 dengan kesejahteraan tinggi, tenaga terdidik kita bisa hidup sejahtera dengan idealisme dan “jalan lurus”

      Jadi sudahlah, kita debat tidak berujung-pangkal ini, kita sama2 membutuhkan dan sebaiknya juga sama2 menghormati kedaulatan masing2 negara…

  2. Yg namanye maling ya ditangkap ga perduli loe negara mane ..!!! Copet aje babak belur apelagi loe nyelonong kenegara orang dah gitu maling lagi, BAKAAARRR…!!! Dah lama INDONESIA ga tegas dg beginian. Inilah saatnye..!!! Loe jual ane beli..babat abis para maling…!!! Akhirnye ane komen juga dah…hahahahahaha ..malingsial kebakaran jenggot tuh..!!! Kali aje tuh bangsa maling ngajakin perang sekalian..!!! Ane demen dah..!!

    ….NKRI HARGA MATI….

  3. Mohon maaf sesepuh,mau tanya..apa kapal2 patroli kta udah dilengkapi teknolgi anti jamming ya? Coz dulu pernah liat di trans tipi acara indonesiaku kalo ga salah. Wktu itu topiknya ilegal fishing n pencegahannya,pd sesi wawancara dgn slh satu kru kapal patroli,reporternya brtanya suka dukanya mnjalankan tugas trsbt,singkat kata beliau punya pengalmn yg tidak mengenakkan pd saat bertugas yaitu waktu berhasil menangkap kapal nelayan asing dr china yg sedang melakukan aktifitas illegal fishing di perairan kita,eh pas mau digiring ke pelabuhan kok tiba2 datang kapal perang china dengan sdikit provokasi minta kapal nelayannya dibebaskan serta menjamming komunikasi kpl patroli kita,so karena kalah bobot maupun persenjataan serta cut communication ama lanal jd terpaksa deeh tuh kapal dibebaskan..

    Mohon pencerahannya ya sesepuh
    Ane cuman tukang ngintip
    Maturnuwun

  4. Kalo masih bersikeras ngotot sikat saja seperti kata panglima…udah maling masih minta ini itu…sbrnya hukum membakar ato menenggelamkan kapal pencuri ikan itu sah dan benar kok krn emank sudah ada UU nya yg mengatur itu…hanya selama ini blum dipraktek kan {UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (selanjutnya disebut UU Perikanan) Pasal 69 ayat (4)}

  5. Indonesia harus mengikuti rencana Australia untuk menangani illegal fishing . Kembali pada tahun 2004 lebih dari 367 kapal ilegal , sebagian besar kapal Indonesia , ditangkap secara ilegal menangkap ikan di perairan Australia . Pemerintah kemudian memperkenalkan hukum ketat yang mengurangi jumlah menjadi 71 pada tahun 2008 dan lebih jauh ke 20 pada tahun 2013 .

    Cara pemerintah Australia melakukan ini adalah untuk menempatkan orang-orang yang tertangkap secara ilegal memancing di penjara untuk jangka waktu yang wajar , 10-20 tahun dan membakar perahu . Indonesia harus membakar perahu yang secara ilegal menangkap ikan di perairan mereka .

  6. MoU nya udah diubah belum dengn si malon??? seinget saya dulu pernah baca klu ada MoU dengn kedua negara, jika ada salah satu nelayan yang kedapatn nangkp ikn cukup di halau/ di usir di perairannegara bersangkutan. gak da penangkapan. klu belum di ubah itu sama saja pak de Joko arogan… atau beda kepemimpinan beda aturan tanpa mengindahkn nota kesepahaman yang di bentuk sebelumnya????

  7. dasar bangsa maling……….sampai lagu yel yel suporter sepakbola pun jiplak…..he..he, pas pertandingan AFF kemaren malingsial vs myanmar suporternya: yo….ayo…., ayo…..malingsial ku yakin kita pasti menang………..dasar bangsa maling gak ada kreatifnya sama sekali

  8. Indonesia harus segera tinggalkan cara2 lama yang tidak membangun ataupun menguntungkan segelintir orang…Indonesia itu besar..penduduknya juga besar…masa untuk cari ikan dilaut aja harus negara lain yang melakukan..kurangi bahkan hilangkan izin pencari ikan untuk kapal asing.bangsa pelaut kok gak bisa melaut…lautnya jadi jumbleng kapal asing..jadi gak ngerti dengan pola pikir pemangku negeri…laut itu modal dan devisa terbesar, dan nyata di depan mata…malah nyari modal ke luar..mental ceperan dan recehan..kalau kita ngaku bangsa pelaut tentu punya NYALI untuk ngurus laut bukan ngejual laut ke pihak luar..banyak universitas, banyak prof, banyak ahli kelautan tapi semua hanya opini dan sampah bila tidak ada NYALI…IMHO..sepuluh JEMPOL untuk bu Susi…Lanjutkan…

    • Q z setuju pak de,
      Apapun resikone tetap NYALI yg diutamakan,
      Kalaopun tidak ada yindakan tegas sama saja bohoooooong nol besaaarrrrrrrrr,,
      Bu susi wajib di acungi sepuluh jempol jika membakar kapal asing dan melarang warga asing mnyedot mngambil ikan di indonesia, hapus izin izin gila tersebut,

      1000 orang pintar tidak ada gunanya jika hanya omongan saja,, tapi 1 orang yg bernyali lebih di segani, hidup tak seindah dengan lambene prof hikmahanto tinggal ngemeng , ataupun bu connie,

  9. kelamaan laut itu luas banget kasih buat latihan sniper 1 kapal dihabisi dijamin g ada yg tau, klo sampai ada yg liat kasih juga yg panas. Lumayan hemat BBM dan aman, operasinya pas malam aja, jadi siapa yg menang klo pegang radar tp lampu kapal dimatikan jlnnya spt hantu ada suara tp g keliatan. <<< Seneng klo ada ini mesti pada takut krn yg nembak siapa g jelas, 1 bulan operasi mesti pd mikir tuh maling liat temannya pada mati