Sep 042019
 

dok. KRI John Lie TNI AL

Jakarta,  Jakartagreater.com  –   Empat unsur Koarmada I yang terdiri dari KRI John Lie-358, KRI Patimura-371, KRI Imam Bonjol-383 dan KRI Teuku Umar-385 bertolak dari pangkalan Jakarta menuju pangkalan Surabaya untuk bergabung dengan unsur-unsur Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) dalam rangka melaksanakan Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2019, pada Senin 2-9-2019.

Selama melaksanakan lintas laut (Linla) dari pangkalan Jakarta menuju ke pangkalan Surabaya, KRI John Lie-358, KRI Patimura-371, KRI Imam Bonjol-383 dan KRI Teuku Umar-385 melaksanakan berbagai dril dan serial latihan guna meningkatkan profesionalitas prajurit pengawak KRI.

Panglima Komando Tugas Laut Gabugan yang dijabat langsung oleh Panglima Komando Armada I menyammpaikan bahwa latihan ini sangat penting dan memiliki arti yang sangat strategis. Sebagai benteng pertahanan negara di laut, Komando Tugas Laut Gabungan harus mampu menunjukkan kemampuan dalam mengendalikan laut dalam rangka mempertahankan kedaulatan negara.

Latihan gabungan TNI merupakan uji doktrin dan pengembangan profesionalisme prajurit dalam pertempuran serta wujud interoperabilitas antar satuan dan matra. Setelah dilaksanakan Latposko di Sekolah Staf dan Komando TNI, maka dilanjutkan dengan latihan manuver lapangan untuk melaksanakan hasil proses pengambilan keputusan militer dalam bentuk perintah operasi.

Keempat kapal perang yang merupakan unsur dibawah jajaran Satkor Koarmada I ini, selama berada di Pangkalan Surabaya akan mengikuti rangkaian kegiatan diantaranya akan mengikuti gelar Tactical Floor Game (TFG) untuk mempertajam dan uji kesiapan operasi sesuai dinamika dan rencana operasi serta mengikuti gelar pasukan di Dermaga Madura, Koarmada II Surabaya.

KRI John Lie-358, KRI Patimura-371, KRI Imam Bonjol-383 dan KRI Teuku Umar-385 bersama unsur lainya pada latihan gabungan ini berada dibawah Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) yang dipimpin Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., selaku Panglima Kogaslagab.

Selanjutnya setelah melakukan TFG serta gelar pasukan dan Alutsista di pangkalan Surabaya, puncak latihan gabungan TNI tahun 2019 yang diikuti oleh 3 matra, akan dilanjutkan dengan manuver lapangan (Manlap) yang dilakukan di perairan Laut Jawa sebagai daerah operasi dan pertempuran laut, setelah laut dinyatakan mampu dikendalikan oleh Kogaslagab maka dilanjutkan operasi Amfibi dengan daerah pendaratan di pantai Banongan, Situbondo.

Operasi selanjutya adalah operasi pendaratan administratif yang dilanjutkan dengan operasi darat gabungan. (Dispen Koarmada I).