Mar 252019
 

Jet tempur multiperan Sukhoi Su-30 Indonesia © TNI Angkatan Udara

JakartaGreater.com – Empat unit jet tempur superioritas udara jenis Su-27 dan Su-30 dari Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, selama 5 hari terhitung dari 17-22 Maret 2019 melaksanakan Latihan Pertahanan Udara Kilat dan Cakra di perbatasan udara  Kalimantan Utara (Kaltara), seperti dilansir dari Prokal. (21/3/2019)

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosek Hanudnas) II, Marsma TNI Andi Heru Wahyudi yang diwakili oleh Asops Kosekhanudnas II, Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono mengatakan bahwa latihan Hanud Kilat dan Cakra kali ini dilakukan sebagai upaya menjaga wilayah udara nasional Indonesia dari pelanggaran udara yang dilakukan oleh pesawat asing.

“Latihan untuk menguji dan melatih penerbang tempur kita ketika melakukan penindakan terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah udara nasional Indonesia tanpa memiliki flight clearance (izin penerbangan)”, tuturnya pada hari Rabu (20/3).

Dalam latihan yang dilakukan selama 5 hari tersebut, dilakukan simulasi force down atau penurunan paksa terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah udara nasional Indonesia tanpa memiliki flight clearance.

Prajurit TNI AU memandu jet tempur Sukhoi Su-30MK2 yang melaksanakan latihan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Selasa (28/10) © Joko Sulistyo via Antara News.

“Kita tadi melakukan simulasi force down oleh pesawat Sukhoi, di mana kita menggunakan pesawat Boeing 737 dengan nomor AI-7301 TNI AU yang disimulasikan sebagai pesawat asing yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa memiliki flight clearance, pesawat ini kita lakukan force down ke Lanud Anang Bursa Tarakan”, ujarnya.

Terkait pelanggaran udara yakni pesawat asing memasuk wilayah Indonesia, untuk wilayah Kaltara maupun di sekitarnya belum ditemukan hingga saat ini. “Sejauh ini semua masih aman, belum ada pelanggaran udara yang ditemukan”, tuturnya.

Selain melakukan latihan Hanud Kilat dan Cakra, selama 2 hari terhitung sejak 20 Maret hingga 21 Maret akan dilakukan Open Base/Static Show pesawat Sukhoi Su-27 dan Su-30 di Lanud Anang Bursa Tarakan. “Masyarakat bisa datang ke Lanud Anang Bursa Tarakan untuk melihat langsung alutsista TNI AU secara detail”, ujarnya.

Kepala Seksi Operasi Skadron Udara 11, Mayor Pnb Andry Libarsyah mengatakan, ketika ditemukan adanya pelanggaran udara, sesuai dengan prosedur maka pihaknya melakukan indentifikasi terlebih dahulu secara visual terhadap pesawat asing yang telah melakukan pelanggaran udara.

“Kita laporkan ke pimpinan terkait visual yang kita dapatkan, bila memang tidak memiliki flight clearance barulah kita melakukan penindakan mulai dari pengusiran, force down hingga penghancuran sesuai kondisi saat itu”, tuturnya.

  6 Responses to “4 Sukhoi TNI AU Mengudara di Perbatasan Kaltara”

  1.  

    Sukses buat TNI AU

  2.  

    sebagai anak bangsa saya mau protes!,tiap kali melihat si,27&su30,,masih gundul saja persenjataannya,terlihat dr cantellanya yg melompong,andai benar”ketemu pesawat lawan yg sebanding apakah cukup dgn adu sedikit….yg nyanthel di sayap itu”terimakasih” semoga TNI makin profesional.

  3.  

    @mas panjietimor… coba cek lagi,,senjata sukhoi series sudah lengkap loh… kalo cuma latihan ga akan di pajang itu senjata di cantelan…

  4.  

    Itu foto lawas

  5.  

    itu foto lama. tenang aja Su-27 dan Su-30 sdh ada senjatanya kog